Morning, Al-Hud, and Al-Kahf

by - May 03, 2014

Salam Everyone :) Been so long! hope live being nice to you as they are to me. More than nice by the way, it's unexpected! Many stories haven't shared and... lil'bit confuse where to start :''3 hihi

Jumat pagi ini selepas shubuh tiba di beberapa ayat Qur'an Surat Al-Hud. Ayatnya reminder banget and I want to share yo what I have red so hopefully we can remember it together 

It's on verses 15 & 16
"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia & perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka tidak akan dirugikan."

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang mereka kerjakan."

Ketika Irna baca itu yang Irna fikirkan adalah Allah akan memerikan kita apapun yang kita usahakan di dunia, apa yang kita cari susah payah di dunia. We work for money, for a proud life, or richness, we will get it as we do for it, see: "pasti Kami berikan balasan penuh atas pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."

But after that, the next verse is "Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka." dan sia-sia disana apa yang telah mereka usahakan. So we search for dunya; we get it but we don't get akhirat. Sedangkan kehidupan kita yang kekalnya ada di akhirat since in dunya will be very short.Irna jadi ingat kata-kata dari Aa Gym; "Bila kita mengejar dunia, akhirat pasti akan meninggalkannya. Tapi bila mengejar akhirat (akhirat tujuannya), maka dunia akan mengikutinya!"

So what I have got, the point is.. everything we do, we work for live in dunya, it's supposed to be for akhirat. Untuk beramal as Qur'an thought. Everytime I start to work must be as my pray to Allah. "Kerjaku sebagai ibadah untukMu, karena perintahMu kepadaku untuk mencari karuniaMu, karena aku ingin banyak berbuat kebaikan untk akhiratku, banyak beramal dan beribadah seperti perintahMu kepadaku.. so I start by Your name, Ikhlas, and I will always remember You My Rabb even I have many works to do, I will put shalat at number one as a prove that I do all the things for YOU." So we can get dunya without loose akhirat inshaaAllah. Mungkin itu sebabnya kenapa bahasan "niyat" selalu menjadi dasar dan yang paling utama. Inna a'malu binniyat.. sesungguhnya setiap amal perbuatan bergantung pada niyatnya. Ketika niat kita untuk Allah yag tertinggi, we will get everything. Seperti ayat tadi juga, Allah memberi sesuai apa yang kita kerjakan, kita tidak akan rugi di dunia. Dan alangkah beruntungnya jika apa yang kita usahakan di dunia, yang kerjakan di dunia kita luruskan lagi niatnya untuk Allah, lillahita'ala, untuk beribadah, inshaAllah Allah berikan balasan terbaik, siap merajut kesuksesan hakiki yang tidak hanya kita rasakan di dunia saja tapi di kehidupan kita nanti yang sesungguhnya. aamiin.. ihdinashshiraatal mustaqim..Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, Ya Allah.

And then after that I red Al-Kahfi and also arrived in an verse which is really connected,
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk menguji mereka, siapakah yang terbaik amal perbuatannya."
 

You May Also Like

0 komentar

Your comment :)