Pages

  • Home
  • About
  • Contact
Purnamairna. Powered by Blogger.
Irna R. Purnama


Bismillah
(what a long title, isn't it? hehe)

Alhamdulillah, Maa Syaa Allah Tabaarakallah. Muhanna Abida Maryam, my first daughter who is turning 12 months old tomorrow is now becoming a healthy and beautiful baby. :) and here Maryam, my lil baby.. now Bunda is gonna write about your giving birth process. A wonderful moment I will always love. insyaa Allah.

1. Tentang Keajaiban
Ibarat ada sebuah ruangan yang gelap, tiba-tiba lampu menyala dan membuat penglihatan lebih jelas, bahkan terang. Bahwa di sekeliling ruangan ini banyak sekali hal-hal luar biasa, benda-benda menakjubkan yang baru saja terlihat.. ya, padahal itu semua sudah ada sebelumnya, tetap pada tempatnya. hanya saja lampu itu yang baru terang.
Bagiku lampu itu adalah masa kehamilan, dimana setiap perkembangan janin membuat aku takjub, benar-benar takjub sama KUASA Allah ta'ala Sang Maha Pencipta. Dimana saat kontrol pertama hanya melihat satu titik hitam, lalu bulan berikutnya mendengar detak jantung, lalu tubuh mungil yang mulai terbentuk.. hingga bentuk sempurna dari mata, hidung jari jemari, dan semuanya! Yaa Allah, pernah ngga kalian takjub sampe nangis? Maasyaa Allah... penciptaan itu terus berproses, dalam rahim sendiri.. benar-benar Maha Kuasa Allah.. benar-benar speechless. Magical things happens in this body.. (lampu itu menyala..) dan semuanya menjadi lebih terang terlihat... iya; semakin terang.. menyadari.. bahwa... semua tubuh ini.. adalah keajaibanNya.. ngga hanya perkembangan janin.. tapi darah yang mengalir dalam tubuh ini, jantung yang terus bekerja, otak, mata dapat melihat, telinga mendengar dan sampai detik ini masih bisa bernafas.. Yaa Allah.. semua ini.. selama ini.. KUASAMU terus mengalir.. keajaiban terus terjadi dalam hidup ngga pernah berhenti.. Maha BESAR ALLAH.. Maa syaa Allah. Maka tidak ada alasan kita untuk kufur nikmat.. karena, kita dapat hidup bernafas saja.. itu ajaib, kita ngga pernah ada kuasa melakukannya sendiri, Allah bisa kapanpun menghentikan tubuh ini bekerja... Allah, bagiku.. Hidup ini, adalah tentang keajaiban. Maa syaa Allah. laa haula, wa laa quwwata illa billah.


First Signal
Waktu itu hari Rabu aku ingat. Jadwal kontrol usia kehamilan sekitar 37 week.  Pertama kalinya Dr. melakukan pemeriksaan dalam yang mana aku baru tau that is what we call periksa dalam dan kaget banget. tambah kaget lagi ketika Dr. bilang "Sudah pembukaan 1 yaa..!" waktu itu...kagett tapi deg-degan banget atau was-was sih engga.. malah senyum-senyum ke Dito. Hari itu juga di tes rekam jantung dengan hasil belum ada gelombang kontraksi. Posisi dan keadaan rahim semua aman. Lalu aku tanya.. "bentar lagi ya, dok?" "hmm.. ini belum ada kontraksi sama sekali kok, bisa jadi sampai 1 minggu atau 2 minggu juga. Minggu depan kontrol lagi aja yaa kalau belum ada mulas." baiik dook! Hari itu juga dimana keluarga dan sepupu2 Irna sedang kumpul karena ada acara, berangkatlah kami kesana sepulang dari RS dan mengabarkan tentang pembukaan 1 itu. Terbayangkah bagaimana serunyaa? hehe. berikut beberapa kalimat yang masih Irna ingat:
"iiihh udah ke rumah sakit... stay di RS de jangan jauh-jauh, bentar lagi ituu paling 1 atau 2 hari.."
"iniii... neng irna masa udah bukaan 1 masih nyantai-nyantai coba.."
"eh kok masih kuat ceria gitu hebat banget emang ngga mules? dulu teteh bukaan 1 udah mules-mules di rumah sakittt."
Waktu itu rasanya pengen ketawa gitu seruu banget dengerin mama-mama dan kakak-kakak yang khawatir... jadi, yang mau ngelahirinnya malah yang nenangin.. :D "kata dokter, kalau udah ada mulas/kontraksi dan itu sudah sering, baru lah ke RS.. atau kalau rembes ketuban... dll." Irna lebih tenang dan ngga panik. Karena sebelumnya sudah mempelajari juga tanda-tanda waktu melahirkan sudah dekat, semua keadaan juga aman, plus Irna ada kontak WA Dokter yang kalau ada apa-apa bisa langsung ditanyakan. Plus lagi, Dito juga selalu siaga 24 jam. Ga pergi kemana2 semenjak itu.. nempel kayak perangko.. 24 jam sehari. he he he.

Keesokan harinya
Pagi hari ketika hendak jalan pagi, ada flek. Wah! pertanda.. tapi belum mulas. Keluarnya flek adalah salah satu pertanda proses lahir semakin dekat. Irna dan Dito lanjut jalan pagi dan make sure Dr. Dr bilang, ngga usah ke RS dulu ngga apa.. kalau sudah mulas saja. baiiik dok! Irna lebih tenang lagi sedang Mama dan kakak-kakak juga tante ga berenti nanyain dan menyarankan untuk segera ke RS karena flek sudah keluar. hehe maasyaaAllah rasanya seneng banyak banget yang perhatian walau kadang diomelin karena katanya Irna nyantai banget jadi mereka gemassss. Siang sampai sore Irna lanjut jalan-jalan sama Dito dan Mama Muti. di siang hari memilih jalan keliling Mall biar adem dan ngga ada polusi udara. flek semakiin banyak keluar tapi belum ada mulas. sempat mulas satu kali tapi mulasnya biasa saja. Kami pulang dan Irna tidur seperti biasa. Keesokannya lagi Irna masih jalan-jalan dan masih ada flek juga, mulas ada juga hanya sekitar 2x pukul 11 dan menjelang shalat dzuhur, sorenya sudah tidak terasa apa-apa, beraktivitas biasa dan santai lagi.. hingga hari berikutnya. Di masa itu banyak menikmati masa-masa akhir kehamilan dengan melakukan hal-hal yang disukai, melukis misalnya.. alhamdulillah saat itu tidak merasakan 'baper' dikala penantian seperti yang beberapa teman khawatirkan. :)

3. Kode lahir selanjutnya
Semenjak terkahir mulas dan keluar flek hari Jumat itu, tidak terjadi apa-apa sampai tiba hari Kamis. Datanglah lagi sedikit mulas. Kami terus jalan pagi dan karena penasaran akhirnya kami kontrol. Ketika cek dalam lagi, katanya ini masih bukaan 1. Keadaan semua masih baik. Ketuban, denyut jantung, tekanan darah, HB dan posisi bayi juga sudah siap. Sore hari kami lanjut jalan-jalan kecil dan mulas masih berlanjut sekitar 30 menit 1x. Mulasnya hanya seperti melilit biasa saja, masih mudah untuk ditahan sambil jalan-jalan. Masih ngobrol-ngobrol dan tertawa. Lalu kami pulang dan beraktivitas biasa lagi. Mandi dan mengobrol, mulasnya juga hilang lagi... tapi ngga bisa tidur entah kenapa.. kalau ngga salah rasanya perut gatal-gatal gitu, katanya itu karena rambut baby didalam. berusaha melakukan gerakan-gerakan yang dianjurkan agar persalinan lancar, lalu istirahat.  menjelang dini hari, keluar flek lagi dan mulas sekitar 15 menit sekali, darisitulah Irna mengajak Dito untuk langsung cek. karena mulasnya mulai teratur rutin. I think this is the time! I said. Dito tanya, mau ke RS atau bidan dulu? (karena dokter kami di RS) kami diskusi akhirnya kami putuskan untuk ke bidan. Salah satunya sebetulnya karena Irna juga sedikit takut karena cerita teman-teman di RS yg sama berkaitan dengan hospital's procedure. Selain itu tempat bersalin di bidan yang kami tuju cukup nyaman dan terpercaya. Tiba di Bidan, eh.. RS bersalin to be exact, dicek dalam lagi dan hasilnya adalah bukaan 4. itu sekitar pukul 3 dini hari. Masih bisa senyum dan berusaha ngajak senyum papa to tell him that I will be okaayy karena papa waktu itu panik banget kelihatannya. hehe.

Menjelang subuh, kontraksinya makin makin. maasyaaAllah ya! tapi masih bisa ditahan, masih duduk-duduk di gymball, makan, dll. Irna konsumsi kurma saat itu, katanya bagus untuk tenaga, Ingat kisah Maryam radiyallahuanh' yang juga Allah perintahkan untuk makan kurma ketika beliau hendak melahirkan, semoga menjadi salah satu ikhtiar yang Allah ridhoi. Setiap kontraksi datang, langsung peluk erat suami karena rasanya lebih lega. Ini bisa dicoba ya.. hehe. pagi hari tetep kontraksi yang masih 'tertahan tapi lemes' disuruh jalan pagi sekitar Rumah bersalin tapi Irna ngerasanya capek karena mungkin semalaman belum tidur dan siang sorenya sudah jalan-jalan terus.. itu bertahan sampai pagi sekitar jam 8 akhirnya kontraksi naik ke level selanjutnya, saat itu, rasanya MasyaaAllah nikmatnya.. hehe.. gabisa mikir apa-apa.. cuma dzikir aja.. Lalu diperiksalah kembali, dan Bidan bilang ini baru pembukaan 3, masih lama karena anak pertama, bisa-bisa sore! darisitu tetiba deg-degan, kontraksi semakin kuat lagi dan rasanya takut (kalau harus nunggu sampai sore) dan dalam hati mau bilang ga kuaat... tapi ditahan karena ingat "kekuatan dari Allah... Allah pasti tolong... Irna emang ngga akan kuat, tapi Allah yang akan menguatkan." jadi ngga sampe mengeluarkan kata itu, hanya menatap Dito dengan mata yang kasih isyarat.. mata yang bingung mau ngomong apa... mungkin kalau ditranslate arti tatapan itu "aku takut.. aku ga kuat.. gimana ini.." tapi gamau ngomong.. karena disisi lain juga merasa yakin sama kekuatan dari Allah. ditambah ada Ibu Bidan yang sudah lebih tua nampaknya, agak galak hehe dan tegas ngomong "ayo, harus semangat, jangan bilang ga kuat, (kaya bisa baca fikiran kan, padahal Irna ga ngomong, hehe} Muslim kan? kalau Muslim harus percaya sama Allah, kalo kita bilang ga kuat nanti beneran ga dikuatin sama Allah, kan Allah sesuai prasangka hambaNya ya..!" gitu.. lagi mulas-mulasnya diomelin gitu hahaha tapi masyaAllah memang ngena banget. Sampai... dimana mulasnya sudah tidak tertahan dan mengejan sendiri automatically. Berkali-kali diingatkan sama bidan "jangan ngejan, harus ditahan, karena pembukaan belum sempurna." I tried hard, tapi gabisa.. dan beberapakali itu terjadi, Irna terus peluk dito tiap kontraksi itu.. sambil dizikir..

This is ze tyme!
Saat kontraksi hebat itu datang, Irna yang akhirnya gabisa ucapin dzikir yang panjang.. cuma bisa bilang "Allah....Allah.." Ya Allah.. ada rasa nikmat yang susah dideskripsikan.. kaya ada angin-angin kecil ke dada dan bikin tenang... dalam hati terus ucap MasyaaAllah... yaa Allah tolong... dan pasrah sepenuhnya. Sejak sekitar jam 9 momen ngejan otomatis itu terus berulang, terus peluk suami dan dia terus ingatkan serta dzikir di telinga.. itu memorable moment sekali untuk aku :" ohiya setiap ngejan itu juga disertai cairan yang keluar dari mulut rahim, katanya itu lendir dan darah. Setelah Mama lapor bidan mengenai itu, akhirnya aku dicek dan ternyata pembukaannya sudah lengkap. Irna rasa sebenarnya sudah lama bukaan sempurna itu cuma lama bidan ga ngecek keadaan Irna karena fikirnya proses Irna masih lama. Alhamdulillah.. jadi seperti keajaiban saat sebelumnya Bidan bilang masih bukaan 3 dan kemungkinan paling cepet sore, tetiba sejam kemudian bukaan itu sudah lengkap dan this the time! Saat itu Irna ditanya bidan mau lahiran di kamar pasien atau di tempat bersalin, rasanya udah ngga kuat jalan dan minta lahiran di kamar aja kalau boleh.. selain itu sudah nyaman juga sama kasur dan posisinya. (karena sebelumnya Irna cerita dito kalau Irna agak takut ga kebayang tiduran di kasur bersalinnya itu.) Alhamdulillah Ibu Bidannya mengizinkan dan langsung mempersiapkan semuanya. Dito bilang, "tuuh.. masyaaAllah... ayang bisa disini... ayok bismillaah.." dari miring ke kiri akhirnya telentang dan "byuuuur" tetiba terasa ada yang pecah di dalam dan keluar banyak air buat banjir kasur... yes, itu adalah ketuban yang pecaaah. Dikasih aba-aba untuk mengejan, tetiba kontraksi malah menurun.. mulesnya jadi ngga ada. (karena untuk mengejan harus ada kontraksi/mulas kan, persis seperti mau buang air besar) Irna dipancing agar mulas dengan di klitikin pusarnya sama bidan, mancingnya agak lama, ketika kontraksi, ngedennya mungkin kurang kuat... sehingga prosesnya agak lama.. hehe. rasanya sih sudah sekuat tenaga sebetulnya. Sampe saat kepala bayi sudah terlihat, masih kurang juga ngedennya dan nunggu kontraksi lagi.. akhirnya ditakut-takutin kalau 45 menit lagi belum lahir, kita harus segera bawa ke RS karena bahaya untuk bayi. Memang agak lama sih saat itu proses mengejannya, kurang kuat Irna sepertinya sudah lemas duluan karena mengejan otomatis sebelumnya itu. Dito dan semua bidan terus menyemangati. Para bidan dan suster baik-baik sekali. Sangat supportive dan sabar. Akhirnya, karena bayi sangat sudah diujung tapi tak kunjung kontraksi juga, Bidan bilang mulas ga mulas paksakan untuk mengejan, karena kasihan bayinya nanti kurang oksigen dan lain hal, dengan beberapa kali mengejan dibantu Bidan dan suster mendorong..

akhirnya Maryam lahiiiiiiiiiir.. KUASA ALLAH setelah ikhtiar di batas maksimal.. ingat perkataan seorang ustadz ketika menceritakan kisah Maryam radiyallahuanh', bahwa kekuasaan Allah adalah diluar logika manusia dan manusia hanya diperintahkan untuk ikhtiar semampunya dan memperkuat tawakkalnya. "Bayangkan," ucapnya "dalam keadaan sudah mau melahirkan, tidak berdaya, ia diperintahkan untuk menggoyangkan pohon kurma, hadirin tahu pohon kurma? Maryam mengikuti perintah Allah, meskipun secara logika manusia ini masuk akal apa ngga.. lalu ketika ia menggoyangkan pohon kurma, jatuhlan buah kurma dan Allah perintahkan ia memakannya, yang menjadi asbab tenaga untuk Maryam, dengan kuasa Allah ia melahirkan Isa alaihissalam." dan kisah Musa alaihissalam ketika dikejar Firaun dan pasukannya, dalam logika manusia mereka sudah terkepung oleh musuh dan tidak ada jalan lain selain lautan hingga salah satu pasukan Musa alaihissalam berkata, "pastilah kita akan kalah." namun Musa tetap yakin akan pertolongan Allah, meski diluar logikanya. Dan benar, Allah menyuruh Musa menghentakan tongkat ke lautan dan lautan pun terbelah menjadi jalan kemenangan Musa dan pasukannya. Musa hanya berikhtiar menuruti perintah Allah, dan Allah yang memberikan jalan keluar.

Maka, laa haula wa laa quwwata illa billah. Tidak ada daya upaya tidak ada kekuatan kecuali dari Allah ta'ala. Salah satu moment yang ngga terlupakan, adalah melihat wajah Dito dan tatapannya yang udah penuh sama air mata dan merah banget sambil nangis bangeeet dan ngelus-ngelus kepala ucap hamdalah terus.. dan itu MasyaaAllah...indah banget... sampai sekarang, kalau ingat moment itu pasti keluar air mata. masih kebayang wajah Dito saat itu. Tabaarakallah..

Proses IMD, rasanya masih linglung bahagia tapi juga ngga fokus ngeliatin Maryam yang sedang IMD karena bersamaan dengan proses jahitan yang terasa banget nikmatnya. Saat itu Irna kira sudah selesai...ternyata masih ada proses jahit dan itu masyaAllah juga he he he. Diakhiri dengan pertanyaan Ibu Bidannya, "jadi 'enak' an mana... mulasnya... lahirannya... apa jahitannya..." mmmm.... ngeledekin :( Entah kenapa masih linglung dan degdegan, megangin Dito aja sambil bingung mau ngomong apa.. Irna tanya Dito "mama mana?" dia jawab, "lagi di pada di ruang bayi liat dede... semua pada disana hahaha ayang dicuekin.." dia malah ngeledek ngetawain... dasarrrrr! jadilah ketawa-ketawa. Saat Mamaku dan mama muti (mama dito) masuk kamar, barulah ga nahan langsung nangis banget meluk Mama dan mama muti. Huhu Ya Allah, speechless..

Dari cerita lahiran ini, Irna gatau ni ini malah menakuti atau menyemangati, Semoga tidak menakuti ya..(hiks).. Tapi dari berbagai macam cerita proses kelahiran teman-teman lainnya, ada juga yang tidak melewati proses sampai 'mengejan otomatis" itu... ada juga yang waktunya lahiran hanya dengan 3 kali mengejan bayi lahir, ada juga yang prosesnya begitu cepat, sampai ada juga yang tidak merasa mulas tau-tau sudah waktunya lahiran aja. hehehe MasyaaAllah. Tapi percayalah.. moment itu masyaaAllah sangat sangat berharga dan luarbiasa..

dimana kita hanya bergantung kepada Allah semata dan merasakan pertolongan Allah disaat kemampuan raga kita berada dititik terendah.

Tentang kepasrahan, tawakkal, dan ikhtiar yang maksimal.
Pasrah atas apa yang akan terjadi.. benar-benar tawakkal' percaya sama kekuatan dan pertolongan Allah, hingga berusaha semaksimal mungkin baik dalam 'menahan' rasa sakit, dari fikiran negatif seperti "aku ngga sanggup." misalnya , dan mengeluarkan tenaga hingga titik maksimal..sekuat semampu kita. Dan semua dirasakan disaat bersamaan, atas izin Allah serta pertolonganNya. No wonder if people says it's between life and death :') Dito bercerita, katanya saat itu wajah Irna udah sangat-sangat pucat dan jari-jari irna juga udah putih bangeet.

-------

Point-Point Penting
1. Pelajari tanda-tanda akan melahirkan, sehingga memahami kapan baiknya pergi ke RS atau other tempat bersalin. Kalau ada kontak dokter/teman bidan bisa juga terus update kondisi agar diberi advice.
2. Make sure keadaan semua baik dan aman. Ketuban, detak jantung, tekanan darah, Posisi bayi & plasenta, dan lainnya. Sehingga kita insyaAllah siap untuk melahirkan normal.
3. Memilih dokter yang pro normal sejak awal. (kalau bertekad untuk melahirkan secara normal)
4. Berada di tengah orang yang sangat positif dan supportif bagi Irna sangat penting, sangat membantu kita berfikir jernih dan jauh dari aura negatif, jauh dari stress, meski misalnya banyak interfensi dari luar. Karena kita sebisa mungkin harus tenang dan nyaman juga yaa.. bayangkan kalau fikirannya sensitif dan negatif sama orang lain, he he he.. mudah-mudahan dihindarkan dari hal semacam itu yaa :)
5. Perasaan tawakkal yang maksimal sama Allah ta'ala, perbanyak ingat Allah..(dzikir jangan henti..)
ingat; bukan karena kita yang mampu, atau bayi yang pintar mau keluar, tapi karena Allah semata semua itu bisa terjadi, sehingga kita hanya FOKUS PADA ALLAH..
6. Persiapkan tenaga menjelang lahiran.. makan kurma misalnya!
7. Apapun hasilnya nanti, baik bisa melahirkan secara normal atau ternyata harus tindakan SC, bersyukurlah insyaaAllah ketika kita sudah berikhtiar sebaik mungkin, apapun hasilnya itu merupakan pertolongan dari Allah ta'ala.
ohiya, beberapa waktu lalu sempat dapet nasihat berharga dari Teh Ghaida, yaitu ketika hendak melahirkan dan sedang kontraksi, coba sambil tilawah. pegang Quran dan baca.. katanya itu membantu banget, MasyaaAllah ya, Quran menjadi obat, siapa tau insyaaAllah kalau kita percaya bisa saja itu terjadi sama kalian. Then I will try for the next babyyy he he he insyaa Allah :) so this cud be point number 8.
dan 9. Do'a sejak sekarang, sejak awal hamil atau bahkan sebelumnya. Doa kemudahan melahirkan.. Doa agar semuanya lancar dari segi apapun :)

ohiya lagi..
ada satu hal yang membuat kami semakin yakin kepada Allah.
Di awal, kami disarankan agar mendaftar BPJS atau another insurance agar nanti ketika lahir biayanya ngga berat atau free. Saat itu, BPJS belum syar'i rules nya.. sama dengan asuransi lainnya. Sehingga kami lebih memilih menabung sendiri saja, kami yakin jika memilih jalan yang Allah ridhoi (dengan tidak melanggar syariat Islam) maka Allah akan memberikan kemudahan dan yang terpenting adalah keberkahannya. Kami juga ingin proses kehamilan hingga persalinan kami diridhoi Allah termasuk dalam ikhtiar ini. Dan dalam Islam, sebetulnya kita bisa menggantinya dengan bersedekah. Allah langsung yang akan menjamin keselamatan kita insyaaAllah. Bayar iuran asuransinya, ke Allah langsung. :)
It seems impossible, itu hanya akan impossible di logika kita saja (lagilagi logika kita) tapi bagi Allah, selama ikhtiar kita sesuai dengan perintahNya, it's EASY. Sambil tak henti berdoa.
Alhamdulillah MasyaaAllah Allah ease everything, bahkan Allah beri bonus. that all the tax was FREE. ya, kami tidak membayar kecuali hanya 18ribu rupiah untuk biaya administrasi.. tanpa kartu.. tanpa insurance.. tanpa surat apapun.. pure dateng aja kesana.. Dengan fasilitas serba baru, kamar yang sangat besar dan bidan yang sabar dan baik, kami merasa semua ini sangat-sangat luar biasa, keluarga kami pun kaget. Dan bagi kami, inilah asuransi dari Allah langsung. MasyaaAllah Maryam.. :') lahaulaawalaaquwwatailabillah.

Melahirkan Maryam,
Bukan hanya memberi pengalaman bagaimana rasanya melahirkan. Namun tentang perjalanan iman, pelajaran tawakkal yang sepaket dengan hadiahnya.. tentang keajaiban dan kuasa Allah yang Maha segalanya. Tentang cinta.. dan kebahagiaan yang tidak tergambarkan. MaasyaaAllah Tabaarakallah,
LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH

Semoga Allah meridhoi para Ibunda dan calon Bunda, serta memberi kemudahan di setiap prosesnya hingga mendidiknya..menjadi Ibu yang shalihah sampai Surga. aamiin.

Terimakasih Maryam,
Bunda love you so much

and Ayah too! sooo much!
MasyaaAllah Tabarakallah.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bismillah

March 12, was always be my favorite day. Since I was a kid. 12 Maret adalah hari lahir Irna, dimana sejak kecil keluarga selalu mempersiapkan acara pesta ulang tahun. Acara yang meriah bagi ukuran sekitar lingkungan rumah saat itu. Sampai saat remaja, selalu ada hal-hal yang menyenangkan terjadi di tanggal itu. Surprise dari teman-teman, kado spesial, kejutan romantis, bunga mawar... surat cinta... ah, masa-masa remaja. hehehe. Namun Maa Syaa Allah, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, 12 Maret kini terasa penuh arti dan kebahagiaan yang sangat berbeda. Bukan karena ada kado spesial lagi, bukan karena ada acara ulang tahun, apalagi kue tart berlilin ataupun setangkai mawar dan sepucuk surat cinta romantis.


Kebahagiaan tiada tara.
12 Maret kali ini, tanpa ada niatan dan harapan apapun dalam rangka meperingati hari itu, Allah memberi kebahagiaan yang begitu luar biasa. Sebelumnya pada tanggal itu keluarga Irna hendak mempersiapkan acara syukuran 4 bulan kehamilan Irna, Namun setelah suami menyampaikan bahwa kami tidak melakukan acara 4 bulanan, alhamdulillah mama dan seluruh keluarga dapat memahami dan menyambut dengan positif. Pada akhirnya, karena mama tetap ingin berkumpul, kami mengadakan acara pengajian keluarga besar di rumah. Dan yang luar biasa, orang-orang tua terdekat Irna, yang sangat Irna cintai semua hadir di hari itu. Meski mereka datang dari luar kota. Tiga orang Mama, hadir dalam satu waktu. Mama kandungku, lalu Emak; orang yang telah merawat Irna sejak bayi hingga dewasa. Juga Inung; tante yang sudah seperti mama sendiri; karena beliau pun mengurus Irna sejak kecil. Mereka adalah tiga orang mama yang sangat sangat Irna cintai. Emak datang dari Tasik, jarak waktu 5 jam perjalanan ia tempuh, padahal 2 jam perjalanan saja emak biasanya mual dan muntah. Demi Irna, katanya. maasyaaAllah. Sepupu, dan seluruh kakak-kakak kandung pun dapat hadir ketika itu. Luar biasa karena sulit mengumpulkan kami dengan lengkap bahkan disaat lebaran, karena kami semua sudah berkeluarga, hingga waktu berkumpul seringkali 'bentrok' namun maasyaaAllah qadarullah saat itu berbeda. Irna bahagia sekali, mereka semua ada disamping Irna. Lalu kami sama-sama mendengarkan tausiyah yang begitu menyentuh, yang disampaikan oleh kakak sendiri, MasyaaAllah.. membuat kami menangis hampir di sepanjang tausiyah.. Dad, you must be so happy up there.. insyaaAllah. Berkumpul bersama orang-orang terkasih, terlebih dalam rangka re-charge iman, bersama-sama mengingat dan menyebut kebesaran Allah ta'ala adalah kebahagiaan yang tiada tara. Allah, 12 Maret ini, dimana justru kami memilih ta'at kepadaMu, tidak melakukan apa-apa yang kami khawatir Engkau tidak meridhoinya, Engkau justru memberikan kebahagiaan ini, dikumpulkan bersama orang-orang tersayang, dan diingatkan betaaaapa kebahagiaan itu ada dalam ketaatan kepadaMu, bersama kami memohon agar Engkau memberikan kami hidayah hingga mati, diselamatkan dari siksa kubur dan api neraka, dan dimasukan kedalam SurgaMu. aamiin.

Birthday Story.
"Sayang, I know it's your birthday.. I just love you everyday.. I know you understand "
Kata-kata suamiku yang aku ingat ketika pertama kali menginjak 12 Maret bersama. Aku tahu beliau agaknya khawatir aku belum sepenuhnya sepaham mengenai hukum mengucapkan atau memperingati hari ulang tahun. Hm.. duluuu sekali, awalnya sempat berfikir:

1. Niat kita kan membahagiakan mereka, lalu dimana salahnya? asalkan kita tidak menghambur-hamburkan uang/makanan ataupun membuat acara yang tidak bermanfaat kan?
2. Kalau hanya sekedar memberi hadiah dan mendoakan di hari ulang tahun, masa sih ngga boleh juga?
3. Yah.. nanti di setiap ulang tahun ngga akan dapet kejutan romantis lagi dong... :(

Hehehe. Alhamdulillah pertanyaan-pertanyaan itu kini terjawab. Dan kini sangat bersyukur Allah ta'ala pahamkan mengenai ini. MaasyaaAllah kita hidup tidak hanya di dunia, dan semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan. Kebahagiaan yang kita nilai dan tuju pun bukan lagi hanya ukuran kebahagiaan di dunia saja, namun ketika hisab..hingga akhirat.

Islam mengajarkan untuk saling memberi hadiah dan menunjukkan kasih sayang kapan saja, setiap saat. Bahkan untuk suami istri, maksimalkan setiap harinya! begitu Ust. Syafiq dalam ceramahnya. Terasa, insyaAllah bagi mereka yang paham dengan ini, justru akan senantiasa membuat kita selalu bahagia, karena merasakan kasih sayang yang rasanya makin bertambah setiap harinya..misalnya, tiba-tiba memberi sesuatu di waktu-waktu yang unpredictable, meski hal-hal yang kecil, karena tanpa ekspektasi, itu seringkali menjadi kejutan indah yang romantis yang tidak hanya terjadi di waktu tertentu saja. Maka jika kita jalani sunnah yang satu ini, insyaAllah kita ngga perlu lagi menanti-nanti hari yang satu. Karena kita sudah lebih dari cukup dibahagiakan setiap harinya :)

Kalau hanya sekedar memberi hadiah dan mendoakan masa sih ngga boleh juga? Niat kita membahagiakan mereka? - Insya Allah kini kita yakin, niat mengharap ridhoNya adalah lebih utama di atas segalanya. Bagaimana jika kita ingin membahagiakan orang-orang yang kita sayangi dengan cara yang tidak diridhoi Allah ta'ala? Kita ingin membuat manusia bahagia namun mengecawakan Allah? Karena Allah tidak menyariatkan perayaan hari kelahiran, tidak untuk kelahiran Nabi dan tidak pula untuk yang lainnya. "Bahkan dalil-dalil syar'i dari kitab ataupun assunnah menunjukkan bahwa perayaan hari kelahiran merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) mereka yang berbeda aqidah (menentang Allah dan RasulNya). "barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut." Maka yang wajib  atas kita para Muslim adalah meninggalkannya, mengingkarinya, tidak menyebarkan atau menyiarkan apa-apa yang mengesankan membolehkannya." --> (sumber: almanhaj.co.id) InsyaAllah banyak sekali penjelasan dari mulai sejarah hingga penjelasan hukum mengenai hal ini. Banyak sekali ternyata tuntunan Islam tentang bagaimana kita membahagiakan pasangan, saudara-saudara kita. Dan insyaaAllah kebahagiaan yang kita rasakan akan jauh berlipat-lipat kalinya, karena ia dilandasi ketaatan.. :) Dan insyaaAllah, berbuah kebahagiaan pula hingga akhirat kelak. Bukan kebahagiaan yang justru merugikan kita nanti 'disana'. aamiin :)

Ada hal yang tidak tergantikan oleh apapun, yaitu.. ketika orang-orang yang kita cintai begituuu mencintai Allah dan RasulNya, hingga mereka berusaha untuk ta'at, berhati-hati dalam melakukan sesuatu karena khawatir Allah tidak meridhoinya. dimulai dari hal-hal yang terkecil. Maasyaa Allah. Maka apalagi yang kita inginkan? Percayalah, mereka yang berusaha mencintai Allah dan RasulNya, adalah mereka yang benar-benar membahagiakan kita.. karena akhlak mereka terhadap kita, yang 'melatih' , yang menjadi 'mentor' mereka adalah Ia manusia mulia, yang terbaik akhlaknya, yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Maka tidak diragukan lagi. Mengapa Irna begitu yakin dan meyakinkan hal itu dalam tulisan ini? Qadarullah, I just share what I feel and what is right insyaaAllah. Agar teman-teman pun percaya, ini bukan hanya teori. :')

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat ya buat teman-teman :) And I hope we are all feel the true happiness: kebaikan dunia akhirat, yang insyaaAllah akan menyelamatkan kita sehingga bisa terus berbahagia sampai surgaNya. Aamiin yaa Rabbal'alamin. <3 p="">Wallahu a'lam. 

(supporting image by freepik)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bismillahirrahmaanirrahiim
Selamat Idul Fitri, Taqabalallahu Minna Wa Minkum Semuanyaa :)



Bersyukur atas segala nikmat yang tidak terhitung. Mashaa Allah Laa Quwwata Ila Billah. Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud. Semoga setelah Ramadhan usai ini, kita bisa lebih baik lagi, semakin meningkat ibadah dan bertambah ilmu agama serta kekuatan dalam menjalankannya. Ust.Khalid Bassalamah dalam kajiannya menerangkan bahwa ada dua tanda diterimanya amal ibadah kita ketika Ramadhan. Pertama, harapan; mengharap keridhoan Allah dan dierima amal-amalnya. Dan kedua, amalan yang terus dilakukan (istiqamah) setelah Ramadhan usai. Tilawahnya tetap banyak, ibadah-ibadah lainnya juga tetap maksimal di bulan-bulan setelah Ramadhan. Wallahu a'lam.

Tidak Terasaaaaaa!
Sudah lama, hampir satu tahun tidak menulis di blog. Banyak hal yang berubah. Hampir semuanyaaa. Lingkungan baru, keluarga baru, kebiasaan baru, pekerjaan baru, tempat tinggal baru, :') dan..... 
STATUS BARU HUAAAAAA!!! One step of life been through


W - I - F - E !!!

Yes!

Now I'm a wifeeeeeeeeeeeee ToT
A Wife of  wonderful man who never chase to make me grateful Alhamdulillah
La Quwwataa Ila Billah Mashaa Allah.

Idul itri kali ini berkumpul dengan keluarga besar baru. Terasa rindu karena tidak merasakan suasana Idul Fitri yang sudah belasan tahun dirasakan bersama keluarga sendiri. Masakan Mama, berkumpul dengan kakak-kakak dan keponakan. Wangi aroma rumah dan suasana saat berjalan kaki untuk shalat Ied lalu bertemu para tetangga.. :') Tapi juga senang merasakan suasana baru..senang sekali. Mudik ke Tasik kali ini juga berbeda karena ditemani suami plus Mama dan Papa baru! :) Sayang Kaka dan Aa ngga bisa ikut karena Kaka mendapat giliran berlebaran di rumah Aa, suaminya.

Ohiya, perjalanan sejak awal proses hingga akhirnya menikah cukup membuat kenangan buat susah lupa. yang mudah-mudahan ada manfaat dan pelajaran yang dapat diambil untuk teman-teman meski sedikit saja. We'll see you in the next post ya! Inshaa Allah :)

Semoga teman-teman selalu sehat, berkah dan selalu dilindungi Allah Swt. aamiin

Salam,
Irna

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Focus our heart on… guess who? He he

Assalamualaikum, how are you? May Allah always light your life and give His blessings upon you :)

Sudah lama sekali ngga menulis di blog. Beralih cukup rutin menulis press release kebutuhan kantor di tujuh bulan terakhir ini. It’s different, (enjoy both btw) but ya, writing in our blog is so much fun. Cause we can write everything we want and the way we write; we can be ourself  J Yes, it is nice if we can be our self, being honest to our self, we don’t take any hard feeling about what will people "see". As long as we are trying to be good to ourself.  This is what I want to write here in this post. About ourself, and people’s perspective, what should we focus on?

Setiap manusia tidak mau dipandang buruk oleh manusia lainnya. Ada juga yang tidak peduli sama sekali dengan itu. Kita yang mana? Kita seharusnya menjadi manusia yang memandang buruk dirinya sendiri. Agar senantiasa tawadhu (rendah hati), meminta pertolongan Allah swt, dan menghargai orang lain bagaimanapun perangainya. Itu yang guru saya katakan.

Kita sendiri mungkin akan sedih jika dijudge “buruk”, sedangkan mereka tidak tau bagaimana “jungkir balik” nya kita dalam berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Jika itu terjadi, pertama, kita diingatkan agar introspeksi. Kedua, kita diingatkan juga agar berusaha dengan ikhlas, tidak pedulikan pandangan manusia. Kesedihan itu hanya akan melintas secepat kilat kepada seseorang yang memfokuskan dirinya hanya pada Allah, bukan pandangan manusia. Bahkan boleh jadi tidak mampir perasaan sedih itu sama sekali. Karena diatas itu semua, “Allah knows whats in our heart.”

Yang di khawatirkan, ketika kitalah menjadi orang yang menjudge bahwa diri kita yang lebih baik dari seseorang… Sedang kita tidak tau bagaimana jungkir baliknya orang itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kita yang berhijab merasa lebih baik dibanding saudari kita yang belum berhijab misalnya. Lalu kita merasa oh we are closer to Allah than them, Allah love us more. Apakah kita termasuk orang yang seperti itu?

Kaka perempuan saya, yang dulu belum berhijab mengalami “pergulatan” dalam prosesnya. Kerap saya menemukan beliau, she was always crying in front of her Creator, demi Allah, seeking Allah’s help to make herself wearing hijab. Saya melihat kakak perempuan saya begitu serius meminta pertolongan Allah SWT untuk memberikan hidayah kepada dirinya. Saya melihat tangisannya, bagaimana beliau bercerita kepada saya mengenai keinginannya. Saya sendiri hanya tau bahwa ini perintah Allah dan dengan mudah mencoba melaksanakannya dan mencoba istiqamah. Tidak ada galau, tidak pernah ketika itu saya menangis meminta pertolongan Allah SWT. Dari situ saya sadar bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda.

Ketika meminta 2 orang anak (A dan B) untuk berbicara bahasa Inggris, lalu anak A sejak lahir tinggal di Inggris, dan anak B justru masih sangat asing mendengar bahasa itu. Apakah adil jika kita menilai bahwa A jauh lebih pintar dari B? Padahal sebelum test si B mati-matian belajar agar bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar.

Setiap Ilmu yang baru diterima, Bisa jadi mudah untuk seseorang, tetapi tidak untuk orang lainnya. Pemahaman setiap orang berbeda, latar belakang setiap orang berbeda, keadaan emosi setiap orang berbeda, Ilmu setiap orang berbeda.

Lalu apakah pantas kita merasa lebih baik dari seseorang, padahal kita tidak tahu menahu apa yang ada didalam hati mereka? Bagaimana jika ternyata malah Allah lebih mencintai mereka? Tidakkah kita malu dengan itu?

Allah SWT, yang tahu setiap hati manusia mengingatkan kita dalam Al-Quran:
“Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah satu kaum memandang rendah kaum yang lain, Karena boleh jadi mereka (yang dipandang lebih rendah) lebih baik dari mereka (yang memandang rendah), dan jangan pula perempuan-perempuan memandang rendah/mengolok-ngolok perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang dipandang rendah) lebih baik dari yang (memandang rendah)” (Qs. 49:11)

Bahwasannya Allah SWT perintahkan kita untuk berendah hati (tawadhu) dan menghargai. Pun ketika kita menyampaikan / menasihati / atau "berdakwah", ketika dilakukan dengan cinta dan ketawadhuan rasanya akan sangat berbeda. Indah dan menyenangkan di hati yang menerima. Begitu Islam mengajarkan, ya?

Tetapi kita juga tidak perlu sedih akan pandangan orang lain, Karena bahkan seharusnya kita memandang diri sendiri dengan penuh kerendahan hati. Seperti pesan Ali r.a:

“Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain, Jadilah manusia PALING BURUK dalam pandangan diri sendiri, dan Mulia disisi Allah swt.”

Diri ini yang perlu pertolongan Allah SWT, kita tidak tahu apa yang ada dalam hati orang lain, kita tidak tau, kita tidak tau. Dan itu tidaklah penting, yang penting hati kita dengan Allah. Dan hatimu dalam menjaga baik saudaramu. Boleh jadi kita yang paling buruk di hadapan Allah SWT, naudzubillah.

Sedih rasanya kalau sudah ingat ini :') Semoga kita termasuk orang-orang yang berusaha menjadi lebih baik dan senantiasa tawadhu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita selalu ya.. Aamiin
Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada mereka: “Saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`!” Mereka berkata: “Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id?” Beliau menjawab: “Yaitu setiap kali ia keluar rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.”
[Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428 H, hal. 392.]
This is what we called as "love" we don't judge, we LOVE! 
See youuu!

Love,
Irna

Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Older Posts

HELLO!

HELLO!
24 y/o wife, graphic designer, and bachelor of communication design, who live within dreams of positive changes.

SAY HI ON

SAY HI ON

SOCIAL MEDIA

  • FACEBOOK
  • INSTAGRAM
  • TWITTER
  • ZAID
  • YOUTUBE
  • ZELINA

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  July (1)
      • Maryam and the story of her birth process
  • ►  2017 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2013 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  September (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  December (2)
    • ►  October (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (10)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)

recent posts

Popular Posts

  • The Amazing Qur'an Journal Book
    In the name of Allah Most Gracious, Most Merciful Salam. How are You? Thank you for coming again..so you really want to know what's ...
  • So EXCITED! INTERNSHIP!
    Bismillah. Huaaaaaaaaa...been so........... so.... so.... long and I really miss you Bloggy! Many comments arrived in my email and I reall...
  • Another Phase of Life
    In the name of Allah, the Most Gracious Most Merciful Hello & Assalamualaikum everyone, How are yoouu? Been so long! I'm so happ...
  • Between Love & Work & Effort
      Happy Ramadhan! You know, It's been several weeks I was keeping my self on writing this topic. Kinds of work in my internship pr...
  • Timezone, then KFC
    Bismillah When I looked back my photos in my laptop, I found my day-pictures with Mrs.novie, Mr.Irvan and the students. (who they are?lat...

Page Views

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates