Pages

  • Home
  • About
  • Contact
Purnamairna. Powered by Blogger.
Irna R. Purnama
Bismillah

March 12, was always be my favorite day. Since I was a kid. 12 Maret adalah hari lahir Irna, dimana sejak kecil keluarga selalu mempersiapkan acara pesta ulang tahun. Acara yang meriah bagi ukuran sekitar lingkungan rumah saat itu. Sampai saat remaja, selalu ada hal-hal yang menyenangkan terjadi di tanggal itu. Surprise dari teman-teman, kado spesial, kejutan romantis, bunga mawar... surat cinta... ah, masa-masa remaja. hehehe. Namun Maa Syaa Allah, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, 12 Maret kini terasa penuh arti dan kebahagiaan yang sangat berbeda. Bukan karena ada kado spesial lagi, bukan karena ada acara ulang tahun, apalagi kue tart berlilin ataupun setangkai mawar dan sepucuk surat cinta romantis.


Kebahagiaan tiada tara.
12 Maret kali ini, tanpa ada niatan dan harapan apapun dalam rangka meperingati hari itu, Allah memberi kebahagiaan yang begitu luar biasa. Sebelumnya pada tanggal itu keluarga Irna hendak mempersiapkan acara syukuran 4 bulan kehamilan Irna, Namun setelah suami menyampaikan bahwa kami tidak melakukan acara 4 bulanan, alhamdulillah mama dan seluruh keluarga dapat memahami dan menyambut dengan positif. Pada akhirnya, karena mama tetap ingin berkumpul, kami mengadakan acara pengajian keluarga besar di rumah. Dan yang luar biasa, orang-orang tua terdekat Irna, yang sangat Irna cintai semua hadir di hari itu. Meski mereka datang dari luar kota. Tiga orang Mama, hadir dalam satu waktu. Mama kandungku, lalu Emak; orang yang telah merawat Irna sejak bayi hingga dewasa. Juga Inung; tante yang sudah seperti mama sendiri; karena beliau pun mengurus Irna sejak kecil. Mereka adalah tiga orang mama yang sangat sangat Irna cintai. Emak datang dari Tasik, jarak waktu 5 jam perjalanan ia tempuh, padahal 2 jam perjalanan saja emak biasanya mual dan muntah. Demi Irna, katanya. maasyaaAllah. Sepupu, dan seluruh kakak-kakak kandung pun dapat hadir ketika itu. Luar biasa karena sulit mengumpulkan kami dengan lengkap bahkan disaat lebaran, karena kami semua sudah berkeluarga, hingga waktu berkumpul seringkali 'bentrok' namun maasyaaAllah qadarullah saat itu berbeda. Irna bahagia sekali, mereka semua ada disamping Irna. Lalu kami sama-sama mendengarkan tausiyah yang begitu menyentuh, yang disampaikan oleh kakak sendiri, MasyaaAllah.. membuat kami menangis hampir di sepanjang tausiyah.. Dad, you must be so happy up there.. insyaaAllah. Berkumpul bersama orang-orang terkasih, terlebih dalam rangka re-charge iman, bersama-sama mengingat dan menyebut kebesaran Allah ta'ala adalah kebahagiaan yang tiada tara. Allah, 12 Maret ini, dimana justru kami memilih ta'at kepadaMu, tidak melakukan apa-apa yang kami khawatir Engkau tidak meridhoinya, Engkau justru memberikan kebahagiaan ini, dikumpulkan bersama orang-orang tersayang, dan diingatkan betaaaapa kebahagiaan itu ada dalam ketaatan kepadaMu, bersama kami memohon agar Engkau memberikan kami hidayah hingga mati, diselamatkan dari siksa kubur dan api neraka, dan dimasukan kedalam SurgaMu. aamiin.

Birthday Story.
"Sayang, I know it's your birthday.. I just love you everyday.. I know you understand "
Kata-kata suamiku yang aku ingat ketika pertama kali menginjak 12 Maret bersama. Aku tahu beliau agaknya khawatir aku belum sepenuhnya sepaham mengenai hukum mengucapkan atau memperingati hari ulang tahun. Hm.. duluuu sekali, awalnya sempat berfikir:

1. Niat kita kan membahagiakan mereka, lalu dimana salahnya? asalkan kita tidak menghambur-hamburkan uang/makanan ataupun membuat acara yang tidak bermanfaat kan?
2. Kalau hanya sekedar memberi hadiah dan mendoakan di hari ulang tahun, masa sih ngga boleh juga?
3. Yah.. nanti di setiap ulang tahun ngga akan dapet kejutan romantis lagi dong... :(

Hehehe. Alhamdulillah pertanyaan-pertanyaan itu kini terjawab. Dan kini sangat bersyukur Allah ta'ala pahamkan mengenai ini. MaasyaaAllah kita hidup tidak hanya di dunia, dan semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan. Kebahagiaan yang kita nilai dan tuju pun bukan lagi hanya ukuran kebahagiaan di dunia saja, namun ketika hisab..hingga akhirat.

Islam mengajarkan untuk saling memberi hadiah dan menunjukkan kasih sayang kapan saja, setiap saat. Bahkan untuk suami istri, maksimalkan setiap harinya! begitu Ust. Syafiq dalam ceramahnya. Terasa, insyaAllah bagi mereka yang paham dengan ini, justru akan senantiasa membuat kita selalu bahagia, karena merasakan kasih sayang yang rasanya makin bertambah setiap harinya..misalnya, tiba-tiba memberi sesuatu di waktu-waktu yang unpredictable, meski hal-hal yang kecil, karena tanpa ekspektasi, itu seringkali menjadi kejutan indah yang romantis yang tidak hanya terjadi di waktu tertentu saja. Maka jika kita jalani sunnah yang satu ini, insyaAllah kita ngga perlu lagi menanti-nanti hari yang satu. Karena kita sudah lebih dari cukup dibahagiakan setiap harinya :)

Kalau hanya sekedar memberi hadiah dan mendoakan masa sih ngga boleh juga? Niat kita membahagiakan mereka? - Insya Allah kini kita yakin, niat mengharap ridhoNya adalah lebih utama di atas segalanya. Bagaimana jika kita ingin membahagiakan orang-orang yang kita sayangi dengan cara yang tidak diridhoi Allah ta'ala? Kita ingin membuat manusia bahagia namun mengecawakan Allah? Karena Allah tidak menyariatkan perayaan hari kelahiran, tidak untuk kelahiran Nabi dan tidak pula untuk yang lainnya. "Bahkan dalil-dalil syar'i dari kitab ataupun assunnah menunjukkan bahwa perayaan hari kelahiran merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) mereka yang berbeda aqidah (menentang Allah dan RasulNya). "barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut." Maka yang wajib  atas kita para Muslim adalah meninggalkannya, mengingkarinya, tidak menyebarkan atau menyiarkan apa-apa yang mengesankan membolehkannya." --> (sumber: almanhaj.co.id) InsyaAllah banyak sekali penjelasan dari mulai sejarah hingga penjelasan hukum mengenai hal ini. Banyak sekali ternyata tuntunan Islam tentang bagaimana kita membahagiakan pasangan, saudara-saudara kita. Dan insyaaAllah kebahagiaan yang kita rasakan akan jauh berlipat-lipat kalinya, karena ia dilandasi ketaatan.. :) Dan insyaaAllah, berbuah kebahagiaan pula hingga akhirat kelak. Bukan kebahagiaan yang justru merugikan kita nanti 'disana'. aamiin :)

Ada hal yang tidak tergantikan oleh apapun, yaitu.. ketika orang-orang yang kita cintai begituuu mencintai Allah dan RasulNya, hingga mereka berusaha untuk ta'at, berhati-hati dalam melakukan sesuatu karena khawatir Allah tidak meridhoinya. dimulai dari hal-hal yang terkecil. Maasyaa Allah. Maka apalagi yang kita inginkan? Percayalah, mereka yang berusaha mencintai Allah dan RasulNya, adalah mereka yang benar-benar membahagiakan kita.. karena akhlak mereka terhadap kita, yang 'melatih' , yang menjadi 'mentor' mereka adalah Ia manusia mulia, yang terbaik akhlaknya, yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Maka tidak diragukan lagi. Mengapa Irna begitu yakin dan meyakinkan hal itu dalam tulisan ini? Qadarullah, I just share what I feel and what is right insyaaAllah. Agar teman-teman pun percaya, ini bukan hanya teori. :')

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat ya buat teman-teman :) And I hope we are all feel the true happiness: kebaikan dunia akhirat, yang insyaaAllah akan menyelamatkan kita sehingga bisa terus berbahagia sampai surgaNya. Aamiin yaa Rabbal'alamin. <3 p="">Wallahu a'lam. 

(supporting image by freepik)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bismillahirrahmaanirrahiim
Selamat Idul Fitri, Taqabalallahu Minna Wa Minkum Semuanyaa :)



Bersyukur atas segala nikmat yang tidak terhitung. Mashaa Allah Laa Quwwata Ila Billah. Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud. Semoga setelah Ramadhan usai ini, kita bisa lebih baik lagi, semakin meningkat ibadah dan bertambah ilmu agama serta kekuatan dalam menjalankannya. Ust.Khalid Bassalamah dalam kajiannya menerangkan bahwa ada dua tanda diterimanya amal ibadah kita ketika Ramadhan. Pertama, harapan; mengharap keridhoan Allah dan dierima amal-amalnya. Dan kedua, amalan yang terus dilakukan (istiqamah) setelah Ramadhan usai. Tilawahnya tetap banyak, ibadah-ibadah lainnya juga tetap maksimal di bulan-bulan setelah Ramadhan. Wallahu a'lam.

Tidak Terasaaaaaa!
Sudah lama, hampir satu tahun tidak menulis di blog. Banyak hal yang berubah. Hampir semuanyaaa. Lingkungan baru, keluarga baru, kebiasaan baru, pekerjaan baru, tempat tinggal baru, :') dan..... 
STATUS BARU HUAAAAAA!!! One step of life been through


W - I - F - E !!!

Yes!

Now I'm a wifeeeeeeeeeeeee ToT
A Wife of  wonderful man who never chase to make me grateful Alhamdulillah
La Quwwataa Ila Billah Mashaa Allah.

Idul itri kali ini berkumpul dengan keluarga besar baru. Terasa rindu karena tidak merasakan suasana Idul Fitri yang sudah belasan tahun dirasakan bersama keluarga sendiri. Masakan Mama, berkumpul dengan kakak-kakak dan keponakan. Wangi aroma rumah dan suasana saat berjalan kaki untuk shalat Ied lalu bertemu para tetangga.. :') Tapi juga senang merasakan suasana baru..senang sekali. Mudik ke Tasik kali ini juga berbeda karena ditemani suami plus Mama dan Papa baru! :) Sayang Kaka dan Aa ngga bisa ikut karena Kaka mendapat giliran berlebaran di rumah Aa, suaminya.

Ohiya, perjalanan sejak awal proses hingga akhirnya menikah cukup membuat kenangan buat susah lupa. yang mudah-mudahan ada manfaat dan pelajaran yang dapat diambil untuk teman-teman meski sedikit saja. We'll see you in the next post ya! Inshaa Allah :)

Semoga teman-teman selalu sehat, berkah dan selalu dilindungi Allah Swt. aamiin

Salam,
Irna

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Focus our heart on… guess who? He he

Assalamualaikum, how are you? May Allah always light your life and give His blessings upon you :)

Sudah lama sekali ngga menulis di blog. Beralih cukup rutin menulis press release kebutuhan kantor di tujuh bulan terakhir ini. It’s different, (enjoy both btw) but ya, writing in our blog is so much fun. Cause we can write everything we want and the way we write; we can be ourself  J Yes, it is nice if we can be our self, being honest to our self, we don’t take any hard feeling about what will people "see". As long as we are trying to be good to ourself.  This is what I want to write here in this post. About ourself, and people’s perspective, what should we focus on?

Setiap manusia tidak mau dipandang buruk oleh manusia lainnya. Ada juga yang tidak peduli sama sekali dengan itu. Kita yang mana? Kita seharusnya menjadi manusia yang memandang buruk dirinya sendiri. Agar senantiasa tawadhu (rendah hati), meminta pertolongan Allah swt, dan menghargai orang lain bagaimanapun perangainya. Itu yang guru saya katakan.

Kita sendiri mungkin akan sedih jika dijudge “buruk”, sedangkan mereka tidak tau bagaimana “jungkir balik” nya kita dalam berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Jika itu terjadi, pertama, kita diingatkan agar introspeksi. Kedua, kita diingatkan juga agar berusaha dengan ikhlas, tidak pedulikan pandangan manusia. Kesedihan itu hanya akan melintas secepat kilat kepada seseorang yang memfokuskan dirinya hanya pada Allah, bukan pandangan manusia. Bahkan boleh jadi tidak mampir perasaan sedih itu sama sekali. Karena diatas itu semua, “Allah knows whats in our heart.”

Yang di khawatirkan, ketika kitalah menjadi orang yang menjudge bahwa diri kita yang lebih baik dari seseorang… Sedang kita tidak tau bagaimana jungkir baliknya orang itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kita yang berhijab merasa lebih baik dibanding saudari kita yang belum berhijab misalnya. Lalu kita merasa oh we are closer to Allah than them, Allah love us more. Apakah kita termasuk orang yang seperti itu?

Kaka perempuan saya, yang dulu belum berhijab mengalami “pergulatan” dalam prosesnya. Kerap saya menemukan beliau, she was always crying in front of her Creator, demi Allah, seeking Allah’s help to make herself wearing hijab. Saya melihat kakak perempuan saya begitu serius meminta pertolongan Allah SWT untuk memberikan hidayah kepada dirinya. Saya melihat tangisannya, bagaimana beliau bercerita kepada saya mengenai keinginannya. Saya sendiri hanya tau bahwa ini perintah Allah dan dengan mudah mencoba melaksanakannya dan mencoba istiqamah. Tidak ada galau, tidak pernah ketika itu saya menangis meminta pertolongan Allah SWT. Dari situ saya sadar bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda.

Ketika meminta 2 orang anak (A dan B) untuk berbicara bahasa Inggris, lalu anak A sejak lahir tinggal di Inggris, dan anak B justru masih sangat asing mendengar bahasa itu. Apakah adil jika kita menilai bahwa A jauh lebih pintar dari B? Padahal sebelum test si B mati-matian belajar agar bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar.

Setiap Ilmu yang baru diterima, Bisa jadi mudah untuk seseorang, tetapi tidak untuk orang lainnya. Pemahaman setiap orang berbeda, latar belakang setiap orang berbeda, keadaan emosi setiap orang berbeda, Ilmu setiap orang berbeda.

Lalu apakah pantas kita merasa lebih baik dari seseorang, padahal kita tidak tahu menahu apa yang ada didalam hati mereka? Bagaimana jika ternyata malah Allah lebih mencintai mereka? Tidakkah kita malu dengan itu?

Allah SWT, yang tahu setiap hati manusia mengingatkan kita dalam Al-Quran:
“Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah satu kaum memandang rendah kaum yang lain, Karena boleh jadi mereka (yang dipandang lebih rendah) lebih baik dari mereka (yang memandang rendah), dan jangan pula perempuan-perempuan memandang rendah/mengolok-ngolok perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang dipandang rendah) lebih baik dari yang (memandang rendah)” (Qs. 49:11)

Bahwasannya Allah SWT perintahkan kita untuk berendah hati (tawadhu) dan menghargai. Pun ketika kita menyampaikan / menasihati / atau "berdakwah", ketika dilakukan dengan cinta dan ketawadhuan rasanya akan sangat berbeda. Indah dan menyenangkan di hati yang menerima. Begitu Islam mengajarkan, ya?

Tetapi kita juga tidak perlu sedih akan pandangan orang lain, Karena bahkan seharusnya kita memandang diri sendiri dengan penuh kerendahan hati. Seperti pesan Ali r.a:

“Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain, Jadilah manusia PALING BURUK dalam pandangan diri sendiri, dan Mulia disisi Allah swt.”

Diri ini yang perlu pertolongan Allah SWT, kita tidak tahu apa yang ada dalam hati orang lain, kita tidak tau, kita tidak tau. Dan itu tidaklah penting, yang penting hati kita dengan Allah. Dan hatimu dalam menjaga baik saudaramu. Boleh jadi kita yang paling buruk di hadapan Allah SWT, naudzubillah.

Sedih rasanya kalau sudah ingat ini :') Semoga kita termasuk orang-orang yang berusaha menjadi lebih baik dan senantiasa tawadhu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita selalu ya.. Aamiin
Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada mereka: “Saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`!” Mereka berkata: “Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id?” Beliau menjawab: “Yaitu setiap kali ia keluar rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.”
[Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428 H, hal. 392.]
This is what we called as "love" we don't judge, we LOVE! 
See youuu!

Love,
Irna

Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Assalamualaikum everyone!
Happy Fasting :) It's the last ten of Ramadhan. It's time to maximize our prayers to get His rahmat. May this Ramadhan bring us to the brighter light in life :) aamiin. 
I just have some photos and going to tell a short strory about that. hehe
Cause a moment won't be back, it is so unfortunate if we have moments that we love but it's gone and we forget it. In the other hand, we can keep it so one day we can look back to that moment and say "alhamdulillah" again for that :)

One unremarkable moment happened to me in the middle of April. When there was Press Conference about Raef, an Islamic Singer from UK exactly in Washington DC came to Indonesia as a brand ambassador of Zatta Men. The Press Conference was held in Bandung.
So When I was entered the press conference's room, I saw the grand piano. My family and my close friends knew that I'm quite crazy about piano I'm so in love with it (and actually still hoping that I could learn more to play it to make me professional in it.) Well when I saw the grand piano oh I really want to play it but at that time it's quite impossible since I have to do many things as I'm a PR for the press conference. 

Since I do love Raef's song, I started to search the chord of his song while still expecting to play the grand piano later. And....! It was came true! The Press Conference had done, The piano looks sad alone in the quite huge room..I know he asked me to come to him and have a chitchat together. Well I sat in front of the piano.. "Hey.. do you mind if I play you?" "Sure, I'm waiting for you since the first time we met!" "Really? Oh me too!!" 

Then I played the grand piano with all of my heart. I miss it since many years. It's like I found my missing part of my heart. Oh I really love to play the grand piano. 

Then, When I was playing it, Raef came and recorded my piano playing! I was so surprised and I stopped my playing. "No no..keep going it's beautiful" he said.

"okay..but..um..would you sing your song and I play the piano?"
"Oh sure.. what song?"
"You're the one?"

Then finally Raef was singing You're the one while I was playing the Piano
I was so happy, it such a very bery cherry nice day for me :)




See You in the next Post!
Loves,
Irna
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

HELLO!

HELLO!
24 y/o wife, graphic designer, and bachelor of communication design, who live within dreams of positive changes.

SAY HI ON

SAY HI ON

SOCIAL MEDIA

  • FACEBOOK
  • INSTAGRAM
  • TWITTER
  • ZAID
  • YOUTUBE
  • ZELINA

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  July (1)
      • Maryam and the story of her birth process
  • ►  2017 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2013 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  September (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  December (2)
    • ►  October (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (10)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)

recent posts

Popular Posts

  • Another Phase of Life
    In the name of Allah, the Most Gracious Most Merciful Hello & Assalamualaikum everyone, How are yoouu? Been so long! I'm so happ...
  • Bus Station #1 : BAIK!
    Bismillah. :) So grateful that I can post this time. :) Hope life being nice to you lately,my pray as usual. :) Di tengah research pr...
  • My Calligraphy Was Sold at the Price of...
    Salaam. As I promised, I'm gonna tell you about my Calligraphy competition. HERE WE GO!! but first, I'm so sad that today is my al...
  • Between Love & Work & Effort
      Happy Ramadhan! You know, It's been several weeks I was keeping my self on writing this topic. Kinds of work in my internship pr...
  • The Amazing Qur'an Journal Book
    In the name of Allah Most Gracious, Most Merciful Salam. How are You? Thank you for coming again..so you really want to know what's ...

Page Views

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates