Pages

  • Home
  • About
  • Contact
Purnamairna. Powered by Blogger.
Irna R. Purnama
Bismillah

March 12, was always be my favorite day. Since I was a kid. 12 Maret adalah hari lahir Irna, dimana sejak kecil keluarga selalu mempersiapkan acara pesta ulang tahun. Acara yang meriah bagi ukuran sekitar lingkungan rumah saat itu. Sampai saat remaja, selalu ada hal-hal yang menyenangkan terjadi di tanggal itu. Surprise dari teman-teman, kado spesial, kejutan romantis, bunga mawar... surat cinta... ah, masa-masa remaja. hehehe. Namun Maa Syaa Allah, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, 12 Maret kini terasa penuh arti dan kebahagiaan yang sangat berbeda. Bukan karena ada kado spesial lagi, bukan karena ada acara ulang tahun, apalagi kue tart berlilin ataupun setangkai mawar dan sepucuk surat cinta romantis.


Kebahagiaan tiada tara.
12 Maret kali ini, tanpa ada niatan dan harapan apapun dalam rangka meperingati hari itu, Allah memberi kebahagiaan yang begitu luar biasa. Sebelumnya pada tanggal itu keluarga Irna hendak mempersiapkan acara syukuran 4 bulan kehamilan Irna, Namun setelah suami menyampaikan bahwa kami tidak melakukan acara 4 bulanan, alhamdulillah mama dan seluruh keluarga dapat memahami dan menyambut dengan positif. Pada akhirnya, karena mama tetap ingin berkumpul, kami mengadakan acara pengajian keluarga besar di rumah. Dan yang luar biasa, orang-orang tua terdekat Irna, yang sangat Irna cintai semua hadir di hari itu. Meski mereka datang dari luar kota. Tiga orang Mama, hadir dalam satu waktu. Mama kandungku, lalu Emak; orang yang telah merawat Irna sejak bayi hingga dewasa. Juga Inung; tante yang sudah seperti mama sendiri; karena beliau pun mengurus Irna sejak kecil. Mereka adalah tiga orang mama yang sangat sangat Irna cintai. Emak datang dari Tasik, jarak waktu 5 jam perjalanan ia tempuh, padahal 2 jam perjalanan saja emak biasanya mual dan muntah. Demi Irna, katanya. maasyaaAllah. Sepupu, dan seluruh kakak-kakak kandung pun dapat hadir ketika itu. Luar biasa karena sulit mengumpulkan kami dengan lengkap bahkan disaat lebaran, karena kami semua sudah berkeluarga, hingga waktu berkumpul seringkali 'bentrok' namun maasyaaAllah qadarullah saat itu berbeda. Irna bahagia sekali, mereka semua ada disamping Irna. Lalu kami sama-sama mendengarkan tausiyah yang begitu menyentuh, yang disampaikan oleh kakak sendiri, MasyaaAllah.. membuat kami menangis hampir di sepanjang tausiyah.. Dad, you must be so happy up there.. insyaaAllah. Berkumpul bersama orang-orang terkasih, terlebih dalam rangka re-charge iman, bersama-sama mengingat dan menyebut kebesaran Allah ta'ala adalah kebahagiaan yang tiada tara. Allah, 12 Maret ini, dimana justru kami memilih ta'at kepadaMu, tidak melakukan apa-apa yang kami khawatir Engkau tidak meridhoinya, Engkau justru memberikan kebahagiaan ini, dikumpulkan bersama orang-orang tersayang, dan diingatkan betaaaapa kebahagiaan itu ada dalam ketaatan kepadaMu, bersama kami memohon agar Engkau memberikan kami hidayah hingga mati, diselamatkan dari siksa kubur dan api neraka, dan dimasukan kedalam SurgaMu. aamiin.

Birthday Story.
"Sayang, I know it's your birthday.. I just love you everyday.. I know you understand "
Kata-kata suamiku yang aku ingat ketika pertama kali menginjak 12 Maret bersama. Aku tahu beliau agaknya khawatir aku belum sepenuhnya sepaham mengenai hukum mengucapkan atau memperingati hari ulang tahun. Hm.. duluuu sekali, awalnya sempat berfikir:

1. Niat kita kan membahagiakan mereka, lalu dimana salahnya? asalkan kita tidak menghambur-hamburkan uang/makanan ataupun membuat acara yang tidak bermanfaat kan?
2. Kalau hanya sekedar memberi hadiah dan mendoakan di hari ulang tahun, masa sih ngga boleh juga?
3. Yah.. nanti di setiap ulang tahun ngga akan dapet kejutan romantis lagi dong... :(

Hehehe. Alhamdulillah pertanyaan-pertanyaan itu kini terjawab. Dan kini sangat bersyukur Allah ta'ala pahamkan mengenai ini. MaasyaaAllah kita hidup tidak hanya di dunia, dan semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan. Kebahagiaan yang kita nilai dan tuju pun bukan lagi hanya ukuran kebahagiaan di dunia saja, namun ketika hisab..hingga akhirat.

Islam mengajarkan untuk saling memberi hadiah dan menunjukkan kasih sayang kapan saja, setiap saat. Bahkan untuk suami istri, maksimalkan setiap harinya! begitu Ust. Syafiq dalam ceramahnya. Terasa, insyaAllah bagi mereka yang paham dengan ini, justru akan senantiasa membuat kita selalu bahagia, karena merasakan kasih sayang yang rasanya makin bertambah setiap harinya..misalnya, tiba-tiba memberi sesuatu di waktu-waktu yang unpredictable, meski hal-hal yang kecil, karena tanpa ekspektasi, itu seringkali menjadi kejutan indah yang romantis yang tidak hanya terjadi di waktu tertentu saja. Maka jika kita jalani sunnah yang satu ini, insyaAllah kita ngga perlu lagi menanti-nanti hari yang satu. Karena kita sudah lebih dari cukup dibahagiakan setiap harinya :)

Kalau hanya sekedar memberi hadiah dan mendoakan masa sih ngga boleh juga? Niat kita membahagiakan mereka? - Insya Allah kini kita yakin, niat mengharap ridhoNya adalah lebih utama di atas segalanya. Bagaimana jika kita ingin membahagiakan orang-orang yang kita sayangi dengan cara yang tidak diridhoi Allah ta'ala? Kita ingin membuat manusia bahagia namun mengecawakan Allah? Karena Allah tidak menyariatkan perayaan hari kelahiran, tidak untuk kelahiran Nabi dan tidak pula untuk yang lainnya. "Bahkan dalil-dalil syar'i dari kitab ataupun assunnah menunjukkan bahwa perayaan hari kelahiran merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) mereka yang berbeda aqidah (menentang Allah dan RasulNya). "barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut." Maka yang wajib  atas kita para Muslim adalah meninggalkannya, mengingkarinya, tidak menyebarkan atau menyiarkan apa-apa yang mengesankan membolehkannya." --> (sumber: almanhaj.co.id) InsyaAllah banyak sekali penjelasan dari mulai sejarah hingga penjelasan hukum mengenai hal ini. Banyak sekali ternyata tuntunan Islam tentang bagaimana kita membahagiakan pasangan, saudara-saudara kita. Dan insyaaAllah kebahagiaan yang kita rasakan akan jauh berlipat-lipat kalinya, karena ia dilandasi ketaatan.. :) Dan insyaaAllah, berbuah kebahagiaan pula hingga akhirat kelak. Bukan kebahagiaan yang justru merugikan kita nanti 'disana'. aamiin :)

Ada hal yang tidak tergantikan oleh apapun, yaitu.. ketika orang-orang yang kita cintai begituuu mencintai Allah dan RasulNya, hingga mereka berusaha untuk ta'at, berhati-hati dalam melakukan sesuatu karena khawatir Allah tidak meridhoinya. dimulai dari hal-hal yang terkecil. Maasyaa Allah. Maka apalagi yang kita inginkan? Percayalah, mereka yang berusaha mencintai Allah dan RasulNya, adalah mereka yang benar-benar membahagiakan kita.. karena akhlak mereka terhadap kita, yang 'melatih' , yang menjadi 'mentor' mereka adalah Ia manusia mulia, yang terbaik akhlaknya, yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Maka tidak diragukan lagi. Mengapa Irna begitu yakin dan meyakinkan hal itu dalam tulisan ini? Qadarullah, I just share what I feel and what is right insyaaAllah. Agar teman-teman pun percaya, ini bukan hanya teori. :')

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat ya buat teman-teman :) And I hope we are all feel the true happiness: kebaikan dunia akhirat, yang insyaaAllah akan menyelamatkan kita sehingga bisa terus berbahagia sampai surgaNya. Aamiin yaa Rabbal'alamin. <3 p="">Wallahu a'lam. 

(supporting image by freepik)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Focus our heart on… guess who? He he

Assalamualaikum, how are you? May Allah always light your life and give His blessings upon you :)

Sudah lama sekali ngga menulis di blog. Beralih cukup rutin menulis press release kebutuhan kantor di tujuh bulan terakhir ini. It’s different, (enjoy both btw) but ya, writing in our blog is so much fun. Cause we can write everything we want and the way we write; we can be ourself  J Yes, it is nice if we can be our self, being honest to our self, we don’t take any hard feeling about what will people "see". As long as we are trying to be good to ourself.  This is what I want to write here in this post. About ourself, and people’s perspective, what should we focus on?

Setiap manusia tidak mau dipandang buruk oleh manusia lainnya. Ada juga yang tidak peduli sama sekali dengan itu. Kita yang mana? Kita seharusnya menjadi manusia yang memandang buruk dirinya sendiri. Agar senantiasa tawadhu (rendah hati), meminta pertolongan Allah swt, dan menghargai orang lain bagaimanapun perangainya. Itu yang guru saya katakan.

Kita sendiri mungkin akan sedih jika dijudge “buruk”, sedangkan mereka tidak tau bagaimana “jungkir balik” nya kita dalam berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Jika itu terjadi, pertama, kita diingatkan agar introspeksi. Kedua, kita diingatkan juga agar berusaha dengan ikhlas, tidak pedulikan pandangan manusia. Kesedihan itu hanya akan melintas secepat kilat kepada seseorang yang memfokuskan dirinya hanya pada Allah, bukan pandangan manusia. Bahkan boleh jadi tidak mampir perasaan sedih itu sama sekali. Karena diatas itu semua, “Allah knows whats in our heart.”

Yang di khawatirkan, ketika kitalah menjadi orang yang menjudge bahwa diri kita yang lebih baik dari seseorang… Sedang kita tidak tau bagaimana jungkir baliknya orang itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kita yang berhijab merasa lebih baik dibanding saudari kita yang belum berhijab misalnya. Lalu kita merasa oh we are closer to Allah than them, Allah love us more. Apakah kita termasuk orang yang seperti itu?

Kaka perempuan saya, yang dulu belum berhijab mengalami “pergulatan” dalam prosesnya. Kerap saya menemukan beliau, she was always crying in front of her Creator, demi Allah, seeking Allah’s help to make herself wearing hijab. Saya melihat kakak perempuan saya begitu serius meminta pertolongan Allah SWT untuk memberikan hidayah kepada dirinya. Saya melihat tangisannya, bagaimana beliau bercerita kepada saya mengenai keinginannya. Saya sendiri hanya tau bahwa ini perintah Allah dan dengan mudah mencoba melaksanakannya dan mencoba istiqamah. Tidak ada galau, tidak pernah ketika itu saya menangis meminta pertolongan Allah SWT. Dari situ saya sadar bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda.

Ketika meminta 2 orang anak (A dan B) untuk berbicara bahasa Inggris, lalu anak A sejak lahir tinggal di Inggris, dan anak B justru masih sangat asing mendengar bahasa itu. Apakah adil jika kita menilai bahwa A jauh lebih pintar dari B? Padahal sebelum test si B mati-matian belajar agar bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar.

Setiap Ilmu yang baru diterima, Bisa jadi mudah untuk seseorang, tetapi tidak untuk orang lainnya. Pemahaman setiap orang berbeda, latar belakang setiap orang berbeda, keadaan emosi setiap orang berbeda, Ilmu setiap orang berbeda.

Lalu apakah pantas kita merasa lebih baik dari seseorang, padahal kita tidak tahu menahu apa yang ada didalam hati mereka? Bagaimana jika ternyata malah Allah lebih mencintai mereka? Tidakkah kita malu dengan itu?

Allah SWT, yang tahu setiap hati manusia mengingatkan kita dalam Al-Quran:
“Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah satu kaum memandang rendah kaum yang lain, Karena boleh jadi mereka (yang dipandang lebih rendah) lebih baik dari mereka (yang memandang rendah), dan jangan pula perempuan-perempuan memandang rendah/mengolok-ngolok perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang dipandang rendah) lebih baik dari yang (memandang rendah)” (Qs. 49:11)

Bahwasannya Allah SWT perintahkan kita untuk berendah hati (tawadhu) dan menghargai. Pun ketika kita menyampaikan / menasihati / atau "berdakwah", ketika dilakukan dengan cinta dan ketawadhuan rasanya akan sangat berbeda. Indah dan menyenangkan di hati yang menerima. Begitu Islam mengajarkan, ya?

Tetapi kita juga tidak perlu sedih akan pandangan orang lain, Karena bahkan seharusnya kita memandang diri sendiri dengan penuh kerendahan hati. Seperti pesan Ali r.a:

“Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain, Jadilah manusia PALING BURUK dalam pandangan diri sendiri, dan Mulia disisi Allah swt.”

Diri ini yang perlu pertolongan Allah SWT, kita tidak tahu apa yang ada dalam hati orang lain, kita tidak tau, kita tidak tau. Dan itu tidaklah penting, yang penting hati kita dengan Allah. Dan hatimu dalam menjaga baik saudaramu. Boleh jadi kita yang paling buruk di hadapan Allah SWT, naudzubillah.

Sedih rasanya kalau sudah ingat ini :') Semoga kita termasuk orang-orang yang berusaha menjadi lebih baik dan senantiasa tawadhu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita selalu ya.. Aamiin
Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada mereka: “Saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`!” Mereka berkata: “Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id?” Beliau menjawab: “Yaitu setiap kali ia keluar rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.”
[Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428 H, hal. 392.]
This is what we called as "love" we don't judge, we LOVE! 
See youuu!

Love,
Irna

Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
In the name of Allah, the Most Gracious Most Merciful

Hello & Assalamualaikum everyone, How are yoouu? Been so long! I'm so happy now because finnaly I can blogging again since it's hard to find any longer time to write because..well it's not because business thing but only because when I had free time, my body was asking me to irnaa...lay down..and...SLEEP!! >.< you know working life is so different from college life when it's quite easy to spend all night long without sleeping but now it's like soo hard for me to keep my eyes opened at night :3. On the other time when I had a time to write, I can be such a lazy bum at times. It is time to get my self motivation back on track. Or..I had too much thought in my head so when I'm gonna start to write it's like..you know..mmmm....which topic that I will talk about first? and finally I had no idea :p

Well I'm now on my lunch time in my office, guess it's quite a good time to write. But by the way do you know where I'm working right now? :") I'm gonna talk about that. My another phase of life; a workplace. :)

So here I'm, working in Shafira Corporation. A Fashion world! A Muslim Fashion world.
I was excited at the first time when I seen the videos about this biggest Islamic fashion company in Indonesia.
It's fashion, It's Islamic, It's the biggest in Indonesia. All I want is there!

And actually at the same time, I was in process in joining another place to work which is in Oil and Gas Company. (actually it was also my dream-workplace when I was in elementary school. I said to my self that one day I want to work in oil and gas company. Maybe because..ya, I was kid and it's cool to see my brother working in there. only because of that he he he I was kid I don't understand anything about work. ) As if you have read my older post, that dream was came true when I was doing my internship in Pertamina. I was feel so happy about that, I was learnt many things there I was sooo soooo sooo grateful because I think I can improve my skill (beside graphic design) and gained many knowledge. In my last period they asked me to come back after graduate. So then, before graduation, even before my thesis defense, they called me to apply ASAP and it's like they told me that I have to prepare my self to work there. Well but I didn't do that because at that time I was on my hectic period; preparing my thesis defense. And after graduate, I did what they asked..with my pleasure, of course. And followed the process.

I was remember when I'm in middle of my Internship period, one year ago... I had the most favorite serial movie in my laptop, it was Jane by Design. Have you watch it?? I'm sooooooo in love with that movie! And I was thinking to have experience in fashion world, I really want to have another internship experience; in fashion industry. When I saw Jane it's like I'm supposed to "live" in that world. And I also have a dream; someday if I have my own lil family, I think I don't wanna be a carrier woman who will spend their most of time in workplace because my main job at that time will be as a wife. or..mother? owww! >.< so I want to have my own business. And that kind of business is in fashion world. Have a boutique in my house will be nice! or..in a mall? plus web-store? or in front of my house? or....let's dream! he he he
So when I saw the video of Shafira Corporation, I feel like.. that's the one, maybe? And I tried to apply.

One of my best friend, also work in there! And she told me that HR department in Shafco was looking for a graphic designer but it's for internship or freelance. And I said well it's okay, so that while I'm waiting the process in Pertamina, I can use my time to work there as a freelancer or internee there.

SO, I went to attend an interview as internee/freelancer in Shafco, but suddenly the HR manager offered me to work full time there, to work with Digital Marketing team. I want to! but..what about Pertamina?

And, but, um, unfortunately, I mean..fortunately. :) the process in that oil and gas company was not as smooth as I imagined. the process was took a long time.. But let's skip this story. :) Let's say that all the things happen to us has already planned by HIM, the ONE who knows the best for us. So I believe that whatever happened before, it was for the best.

Before I joined this company, one of my friend said this to me:
Irna, bekerja dimana saja yang penting baik dan halal. Pilihlah pekerjaan yang bisa membuat Irna punya banyak waktu luang untuk Ibadah. Karena rezeki kita sudah terjamin, sedangkan Ibadah kita belum terjamin. Tapi, bukan berarti jadi malas-malasan..hanya saja jangan pernah sekali-kali menggantungkan rezeki kita dari pekerjaan tersebut, karena rezeki itu murni dari Allah.

I understood and kept that thought tightly in my head.
And this is what made me sure that this company would be a right & good place for me to work :

"InsyaAllah cocok di cultural nya Shafco yang Islami ya Irna. :)
Selain bekerja kamu juga bisa berdakwah dan ibadah secara positif. Insya Allah. Bismillah
Kita semua yang Insya Allah banyak belajar dengan Irna. Termasuk saya.
Keep up the Great Spirit! :)
Mencari berkah dunia akhirat dalam hal apapun yang kita jalani, Kita semua di Shafco yang masih harus belajar banyak dari Irna. Sama-sama ya kita saling sharing knowledge. :)
-from the HR Manager the day after I had interview.

Sooo....Alhamdulillah, now I'm in this place. Joining Shafco since August 25, 2014.
The dream come true? 'generally', yes. :)


I faced my first month in Shafco happily. I'm so grateful that beside working, I feel like I have new family there since people there are sooo lovely. And one thing that I love is I have a manager who..I dunno how to describe..He is smart! (of course! He's a manager x_x) when I had a sharing session with him I just feel so clicked and everything I talked were always conected and we have the same way in seeing things. My spirits always burned, it's like on-fires everytime I talked to him. That's the thing that makes me grateful the most. May be someday if you be a boss you should be that kind of leader ;) 

Then, reading Qur'an and pray together every morning before we start to work is an AWESOME culture in Shafco, especially in my department at that time. That also the thing that makes me grateful. We also go for having lunch together, "hajar rame-rame!" :)). By the way I also have learnt many things about HR world. It's like connecting the dots. I love to read about human capital, people development in my favorite blog; strategimanajemen.net since I was in High School. So! to be a part of HR department is a big wow for me. It's fashion, it's islamic, it's the biggest, I do design thing, and it's about people development! complete, MashaaAllah.

But because my contract was with Digital Marketing department, I have to start work with the DIGMAR team after have done some project in HR for about 1,5 months .
And it's like...new adaptation. Different environment, different team, different leader, all is different. There is no reading Qur'an every morning anymore, there is no go-for-having-lunch together, and..there's no another woman at the first time. I was the one and only. Fear, pain, all at the same time. But..

There will always be pain and pleasure.
And there will always be fear, that you can change into power.

And have you ever read this sentence? :
"Relationship is like a house. When a light-bulb burns out, you don't go and buy a new house, you fix the light-bulb."
Ya it might not always be for woman-man relationship but maybe for a men-office relationship :p
My friend also said to me that Allah will never ever put us in the wrong place. I also feel that this place is potential for me to "grow up" inshaaAllah. It's all depend on me.

And now my adaptation is getting better, I think. The Digmar Team are also nice, they are smart, and now, there is another woman in the room, finally. AND..we read Qur'an every morning before we start working alhamdulillah :') And I was so happy when I hear some of them reading Qur'an beautifully (I have to learn from them!). See, it's just need to start! the fact is, I can see that we all love this "morning spirit" habit. I'm really hopping that we can keep this habit "alive" not for a short time because actually this is Shafco's organization culture since it was built.

Well by the way some people doesn't know about Shafira Corporation. I can tell you a lil bit maybe?
So, Shafco was founded 25 years ago by Ibu Fenny Mustafa; a woman who has a very beautiful niyah; it's for da'wah. She wanted to make hijab become popular at that time because 25 years ago, hijab was still felt strange around people even for Muslim. And you know, Allah will help them who doing things for da'wah. We can see how Allah make this company survive for more than 25 years and it's growing bigger and bigger and if I'm not mistaken this company has about 2000 employees right now, mashaaAllah :)

And here they are, 11 brands of Shafira Corporation : 


So that's pretty much it. Alhamdulillah for HIS blessings. I believe whatever happened, it was for the best. Past is past. I'll embrace every moment of my life, while I can. I'm waiting for what's coming next. May Allah ease my journey (and your journey too) in this world and of course, in the hereafter.

See you, inshaa Allah :)
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
In the name of Allah Most Gracious, Most Merciful

Salam. How are You? Thank you for coming again..so you really want to know what's inside the Amazing Qur'an Journal Book that I have made for my thesis project? But you haven't know what exactly The Amazing Qur'an project is, don't you? Sooner..Sooner In Shaa Allah I will publish it, I am really hoping that The Amazing Qur'an project could be very useful for us. 

But today since some of you keep asking me "what's The Amazing Qur'an Journal book looks like?" "What kind of journal?" "Can I see the inside of book?" 
Sure! Sure! Sure! huhu those excitement just makes me couldn't wait any longer to launch it like seriously :')

But I need more preparation to make it happen. 
But of course for you who want to see lil bit more about The Amazing Qur'an Journal Book, here I show you (a little) he he he but please keep curious, and wait for the launch, okay? :) 

This journal book is a kind of agenda and I put several quotes I have made about Al-Qur'an. In shaa Allah those quotes can make your spirits burned and you should be understand more about what is happiness, success, life, etc. I hope so XD
I also put many hadith about how important Al-Quran is for our life, you have to know like seriously those hadist really.. I was moved when I read about those hadith..it's like..Oh Ya Allah I really need to be closer to Al-Qur'an :'

And you should be amazed by some facts about Al-Qur'an that explained by some professor around the world! You will know what they said about Al-Qur'an.
Not only from some professors around the world, but also from some famous people who are success and they were inspired by Al-Qur'an (and I interviewed them directly). Who are they? 

One of them is Peter Gould, he is a successful international graphic designer, you can see his website in here www.peter-gould.com I am sure you will love him and you have to know that behind his successful, there is Al-Qur'an accompanying him. I asked him directly, we had lil chitchat, do you want to know what he said? Read in the journal book later yaa! hehe :"

Another one is Dewi Sandra as known as "Mba Hanna". you know who she is before and who she is right now. I was so curious what's behind her "transformation" into an amazing woman so I interviewed her. What I have got is amazing! and what she said about Al-Quran is also amazed me. You really have to read it, well you will, I promise to show you! in shaa Allah :)

By the way, 
here it is :



See inside the journal book :



Well that's not pretty much, Just showed you a little but I hope it can answer (a bit) your question about The Amazing Qur'an Journal Book. So see you later! And don't forget to read Qur'an, let's deepen our love and interaction with that Amazing Book from our God <3 p="">


Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Salam Everyone :) Been so long! hope live being nice to you as they are to me. More than nice by the way, it's unexpected! Many stories haven't shared and... lil'bit confuse where to start :''3 hihi

Jumat pagi ini selepas shubuh tiba di beberapa ayat Qur'an Surat Al-Hud. Ayatnya reminder banget and I want to share yo what I have red so hopefully we can remember it together 

It's on verses 15 & 16
"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia & perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka tidak akan dirugikan."

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang mereka kerjakan."

Ketika Irna baca itu yang Irna fikirkan adalah Allah akan memerikan kita apapun yang kita usahakan di dunia, apa yang kita cari susah payah di dunia. We work for money, for a proud life, or richness, we will get it as we do for it, see: "pasti Kami berikan balasan penuh atas pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."

But after that, the next verse is "Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka." dan sia-sia disana apa yang telah mereka usahakan. So we search for dunya; we get it but we don't get akhirat. Sedangkan kehidupan kita yang kekalnya ada di akhirat since in dunya will be very short.Irna jadi ingat kata-kata dari Aa Gym; "Bila kita mengejar dunia, akhirat pasti akan meninggalkannya. Tapi bila mengejar akhirat (akhirat tujuannya), maka dunia akan mengikutinya!"

So what I have got, the point is.. everything we do, we work for live in dunya, it's supposed to be for akhirat. Untuk beramal as Qur'an thought. Everytime I start to work must be as my pray to Allah. "Kerjaku sebagai ibadah untukMu, karena perintahMu kepadaku untuk mencari karuniaMu, karena aku ingin banyak berbuat kebaikan untk akhiratku, banyak beramal dan beribadah seperti perintahMu kepadaku.. so I start by Your name, Ikhlas, and I will always remember You My Rabb even I have many works to do, I will put shalat at number one as a prove that I do all the things for YOU." So we can get dunya without loose akhirat inshaaAllah. Mungkin itu sebabnya kenapa bahasan "niyat" selalu menjadi dasar dan yang paling utama. Inna a'malu binniyat.. sesungguhnya setiap amal perbuatan bergantung pada niyatnya. Ketika niat kita untuk Allah yag tertinggi, we will get everything. Seperti ayat tadi juga, Allah memberi sesuai apa yang kita kerjakan, kita tidak akan rugi di dunia. Dan alangkah beruntungnya jika apa yang kita usahakan di dunia, yang kerjakan di dunia kita luruskan lagi niatnya untuk Allah, lillahita'ala, untuk beribadah, inshaAllah Allah berikan balasan terbaik, siap merajut kesuksesan hakiki yang tidak hanya kita rasakan di dunia saja tapi di kehidupan kita nanti yang sesungguhnya. aamiin.. ihdinashshiraatal mustaqim..Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, Ya Allah.

And then after that I red Al-Kahfi and also arrived in an verse which is really connected,
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk menguji mereka, siapakah yang terbaik amal perbuatannya."
 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamualaikum, hi there :) Selamat pagi..
Pagi ini aku sampai si satu ayat Al-Qur'an yang bikin air mataku keluar. Iya, seperti judul post ini, ayat 128 dari Qur'an surat At-Taubah :

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri,
berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami,
(dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu,
penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."

:' I don't now how to describe, rasanya sangat menyentuh ke dalam hati.. ketika diberitahu bahwa Rasulullah sangat menyayangi kita, "berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami." perasaan berat melihat penderitaan yang dialami orang lain tidak mungkin dirasakan oleh orang yang hanya sekedar mengenal kita. Kita bahkan tidak mengenal Rasulullah, bahkan Rasulullah tidak pernah melihat kita. Tapi perhatikan dan baca berulang ayat itu.. Ya Allah.. kasih sayang Rasulullah mencakup seluruh umatnya.. even in his death he said "ummati...ummati...ummati.." how can we say that he's not amazing? Salla'alaikallah Ya Rasulullah..
"(dia) sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu" Padahal kita sendiri kadang lupa, dan tidak peduli apakah kita sudah betul-betul beriman dan selamat? Sedang keimanan dan keselamatan adalah dua hal terbesar yang kita akan sangat beruntung jika mendapatkannya. How can we live success in akhirat if we have no imaan? dan bagaimana jadinya jika kita bukan termasuk orang-orang yang selamat? ada  yang bisa menjamin? Allah..dosa-dosaku tak terhitung bagai debu..:' Rasulullah menginginkan perkara yang akan membuat kita bahagia, the real happiness.. :'
Padahal aku sangat jarang mengingatnya, shalawatku tak banyak, what can I do to show my love for you Yaa Rasulullah.. :'

I will try to do my best to live my life, As you taught me. I pray to be close to you..On that day and see you smile..When you see me.. (Maher Zain, The Chosen One)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

HELLO!

HELLO!
24 y/o wife, graphic designer, and bachelor of communication design, who live within dreams of positive changes.

SAY HI ON

SAY HI ON

SOCIAL MEDIA

  • FACEBOOK
  • INSTAGRAM
  • TWITTER
  • ZAID
  • YOUTUBE
  • ZELINA

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  July (1)
      • Maryam and the story of her birth process
  • ►  2017 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2013 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  September (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  December (2)
    • ►  October (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (10)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)

recent posts

Popular Posts

  • Another Phase of Life
    In the name of Allah, the Most Gracious Most Merciful Hello & Assalamualaikum everyone, How are yoouu? Been so long! I'm so happ...
  • Bus Station #1 : BAIK!
    Bismillah. :) So grateful that I can post this time. :) Hope life being nice to you lately,my pray as usual. :) Di tengah research pr...
  • My Calligraphy Was Sold at the Price of...
    Salaam. As I promised, I'm gonna tell you about my Calligraphy competition. HERE WE GO!! but first, I'm so sad that today is my al...
  • Between Love & Work & Effort
      Happy Ramadhan! You know, It's been several weeks I was keeping my self on writing this topic. Kinds of work in my internship pr...
  • The Amazing Qur'an Journal Book
    In the name of Allah Most Gracious, Most Merciful Salam. How are You? Thank you for coming again..so you really want to know what's ...

Page Views

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates