Pages

  • Home
  • About
  • Contact
Purnamairna. Powered by Blogger.
Irna R. Purnama
Bismillah...
Mmm..I want to share you this story, I hope you read it until the end because this is a very much much good story..x) trust me, you'll feel motivated to be better after this, InsyaAllah :)

Dia Mencium Wangi Surga

Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, " Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya... diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah."
Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,"Wah .... angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud."
Seorang Doktor bercerita kepadaku, " Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal - semoga Allah merahmatinya -. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal ... tenanglah ... sesungguhnya aku mencium wangi surga.!' Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium wangi surga.'
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah' Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta'ala.
Allahu Akbar ... apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari...Semua kalimat tidak mampu terucap ... dan pena telah kering di tangan... Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta'ala, " Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat." (Ibrahim : 27)
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.
Ia melanjutkan kisahnya,
"Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya' di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama.
1. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wasallam bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat". Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
2. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku.
3. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanalllah ... Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta'ala menganugrahkan kita khusnul khatimah.
Saudara-saudara tercinta ... kisah belum selesai...
Saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabnya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya?
Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insyaAllah) yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-ngidamkann ya; meninggal dengan mencium wangi surga.
Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama'ah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU."
Aku katakan, "Maha benar Allah" yang berfirman (yang artinya)
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.' Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fhushilat:30- 32)


@Serial Kisah Teladan Karya Muhammad bin Shalih Al-Qahthani, sebagaimana yang dinukil dari Qishash wa ‘Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Bismillah

Pertemuan itu adalah pertemuan yang sangat indah, dimana Ia datang di tengah-tengah kami ketika berkumpul.
Aku sangat terkaget. Kami semua kaget. Kami semua langsung memeluknya. Ia memeluk kami satu per satu.

Ia hanya mengatakan satu kata, "khawatir.."

Lalu Ia beranjak pergi lagi, aku kejar. Lagi, Aku peluk Ia erat sekali
Ia pun memelukku..kami berpelukan..Pelukan itu indah sekali, pelukan indah kedua yang aku rasakan dengannya
Ia menangis..mungkin karena aku menangis?
Aku terus memeluknya..
Melihatnya menangis, aku berkata,

"Apa, Apa jangan sedih..Apa yang tenang disana..neng baik-baik aja..neng akan baik-baik aja..pokoknya apa yang tenang dan bahagia disana.."

Iatersenyum namun tetap menitikan air mata tanpa kata seraya menciumku...
ia terus memeluku dan menciumku.. aku pun sama tak ingin lepas

Tapi Ia harus segera pergi lagi, hanya sebentar..sangat singkat..
Namun sangat berarti..

...

Aku rindu Apa..
Aku ingin setiap hari memimpikannya..seperti tadi..
Mimpi berada dalam pelukannya, walau sangat singkat..
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Bismillah

When I looked back my photos in my laptop, I found my day-pictures with Mrs.novie, Mr.Irvan and the students. (who they are?later ;) ) It was a nice day :D
Feeling share-willing now, i wanna share that photos here,he he

On That day Mrs novie (The owner of E-learning unit BCL-Cikarang) made a service day for the student, and I as the intructure of e-learning (English Learning, an english course) also joined the service day that time.

So here they are :)

Ya..they are lovely nice. See you soon :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
:)
Bismillah..

"Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tiada pula kamu bersedih hati.

(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.

Masuklah kamu ke dalam Surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.
Kepada mereka diedarkan piring-piring da ngelas-gelas dari emas, dan di dalam Surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal didalamnya.

Dan itulah Surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan.

Di dalam Surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.

Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahannam.
Tidak diinginkan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.

Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi mereka sendiri"
(Q.S. Az-Zukhruf: 68-76)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

HELLO!

HELLO!
24 y/o wife, graphic designer, and bachelor of communication design, who live within dreams of positive changes.

SAY HI ON

SAY HI ON

SOCIAL MEDIA

  • FACEBOOK
  • INSTAGRAM
  • TWITTER
  • ZAID
  • YOUTUBE
  • ZELINA

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  July (1)
      • Maryam and the story of her birth process
  • ►  2017 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2013 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  September (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  December (2)
    • ►  October (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (10)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)

recent posts

Popular Posts

  • Another Phase of Life
    In the name of Allah, the Most Gracious Most Merciful Hello & Assalamualaikum everyone, How are yoouu? Been so long! I'm so happ...
  • Bus Station #1 : BAIK!
    Bismillah. :) So grateful that I can post this time. :) Hope life being nice to you lately,my pray as usual. :) Di tengah research pr...
  • My Calligraphy Was Sold at the Price of...
    Salaam. As I promised, I'm gonna tell you about my Calligraphy competition. HERE WE GO!! but first, I'm so sad that today is my al...
  • Between Love & Work & Effort
      Happy Ramadhan! You know, It's been several weeks I was keeping my self on writing this topic. Kinds of work in my internship pr...
  • The Amazing Qur'an Journal Book
    In the name of Allah Most Gracious, Most Merciful Salam. How are You? Thank you for coming again..so you really want to know what's ...

Page Views

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates