Pages

  • Home
  • About
  • Contact
Purnamairna. Powered by Blogger.
Irna R. Purnama
Focus our heart on… guess who? He he

Assalamualaikum, how are you? May Allah always light your life and give His blessings upon you :)

Sudah lama sekali ngga menulis di blog. Beralih cukup rutin menulis press release kebutuhan kantor di tujuh bulan terakhir ini. It’s different, (enjoy both btw) but ya, writing in our blog is so much fun. Cause we can write everything we want and the way we write; we can be ourself  J Yes, it is nice if we can be our self, being honest to our self, we don’t take any hard feeling about what will people "see". As long as we are trying to be good to ourself.  This is what I want to write here in this post. About ourself, and people’s perspective, what should we focus on?

Setiap manusia tidak mau dipandang buruk oleh manusia lainnya. Ada juga yang tidak peduli sama sekali dengan itu. Kita yang mana? Kita seharusnya menjadi manusia yang memandang buruk dirinya sendiri. Agar senantiasa tawadhu (rendah hati), meminta pertolongan Allah swt, dan menghargai orang lain bagaimanapun perangainya. Itu yang guru saya katakan.

Kita sendiri mungkin akan sedih jika dijudge “buruk”, sedangkan mereka tidak tau bagaimana “jungkir balik” nya kita dalam berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Jika itu terjadi, pertama, kita diingatkan agar introspeksi. Kedua, kita diingatkan juga agar berusaha dengan ikhlas, tidak pedulikan pandangan manusia. Kesedihan itu hanya akan melintas secepat kilat kepada seseorang yang memfokuskan dirinya hanya pada Allah, bukan pandangan manusia. Bahkan boleh jadi tidak mampir perasaan sedih itu sama sekali. Karena diatas itu semua, “Allah knows whats in our heart.”

Yang di khawatirkan, ketika kitalah menjadi orang yang menjudge bahwa diri kita yang lebih baik dari seseorang… Sedang kita tidak tau bagaimana jungkir baliknya orang itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kita yang berhijab merasa lebih baik dibanding saudari kita yang belum berhijab misalnya. Lalu kita merasa oh we are closer to Allah than them, Allah love us more. Apakah kita termasuk orang yang seperti itu?

Kaka perempuan saya, yang dulu belum berhijab mengalami “pergulatan” dalam prosesnya. Kerap saya menemukan beliau, she was always crying in front of her Creator, demi Allah, seeking Allah’s help to make herself wearing hijab. Saya melihat kakak perempuan saya begitu serius meminta pertolongan Allah SWT untuk memberikan hidayah kepada dirinya. Saya melihat tangisannya, bagaimana beliau bercerita kepada saya mengenai keinginannya. Saya sendiri hanya tau bahwa ini perintah Allah dan dengan mudah mencoba melaksanakannya dan mencoba istiqamah. Tidak ada galau, tidak pernah ketika itu saya menangis meminta pertolongan Allah SWT. Dari situ saya sadar bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda.

Ketika meminta 2 orang anak (A dan B) untuk berbicara bahasa Inggris, lalu anak A sejak lahir tinggal di Inggris, dan anak B justru masih sangat asing mendengar bahasa itu. Apakah adil jika kita menilai bahwa A jauh lebih pintar dari B? Padahal sebelum test si B mati-matian belajar agar bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar.

Setiap Ilmu yang baru diterima, Bisa jadi mudah untuk seseorang, tetapi tidak untuk orang lainnya. Pemahaman setiap orang berbeda, latar belakang setiap orang berbeda, keadaan emosi setiap orang berbeda, Ilmu setiap orang berbeda.

Lalu apakah pantas kita merasa lebih baik dari seseorang, padahal kita tidak tahu menahu apa yang ada didalam hati mereka? Bagaimana jika ternyata malah Allah lebih mencintai mereka? Tidakkah kita malu dengan itu?

Allah SWT, yang tahu setiap hati manusia mengingatkan kita dalam Al-Quran:
“Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah satu kaum memandang rendah kaum yang lain, Karena boleh jadi mereka (yang dipandang lebih rendah) lebih baik dari mereka (yang memandang rendah), dan jangan pula perempuan-perempuan memandang rendah/mengolok-ngolok perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang dipandang rendah) lebih baik dari yang (memandang rendah)” (Qs. 49:11)

Bahwasannya Allah SWT perintahkan kita untuk berendah hati (tawadhu) dan menghargai. Pun ketika kita menyampaikan / menasihati / atau "berdakwah", ketika dilakukan dengan cinta dan ketawadhuan rasanya akan sangat berbeda. Indah dan menyenangkan di hati yang menerima. Begitu Islam mengajarkan, ya?

Tetapi kita juga tidak perlu sedih akan pandangan orang lain, Karena bahkan seharusnya kita memandang diri sendiri dengan penuh kerendahan hati. Seperti pesan Ali r.a:

“Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain, Jadilah manusia PALING BURUK dalam pandangan diri sendiri, dan Mulia disisi Allah swt.”

Diri ini yang perlu pertolongan Allah SWT, kita tidak tahu apa yang ada dalam hati orang lain, kita tidak tau, kita tidak tau. Dan itu tidaklah penting, yang penting hati kita dengan Allah. Dan hatimu dalam menjaga baik saudaramu. Boleh jadi kita yang paling buruk di hadapan Allah SWT, naudzubillah.

Sedih rasanya kalau sudah ingat ini :') Semoga kita termasuk orang-orang yang berusaha menjadi lebih baik dan senantiasa tawadhu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita selalu ya.. Aamiin
Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada mereka: “Saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`!” Mereka berkata: “Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id?” Beliau menjawab: “Yaitu setiap kali ia keluar rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.”
[Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428 H, hal. 392.]
This is what we called as "love" we don't judge, we LOVE! 
See youuu!

Love,
Irna

Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Assalamualaikum everyone!
Happy Fasting :) It's the last ten of Ramadhan. It's time to maximize our prayers to get His rahmat. May this Ramadhan bring us to the brighter light in life :) aamiin. 
I just have some photos and going to tell a short strory about that. hehe
Cause a moment won't be back, it is so unfortunate if we have moments that we love but it's gone and we forget it. In the other hand, we can keep it so one day we can look back to that moment and say "alhamdulillah" again for that :)

One unremarkable moment happened to me in the middle of April. When there was Press Conference about Raef, an Islamic Singer from UK exactly in Washington DC came to Indonesia as a brand ambassador of Zatta Men. The Press Conference was held in Bandung.
So When I was entered the press conference's room, I saw the grand piano. My family and my close friends knew that I'm quite crazy about piano I'm so in love with it (and actually still hoping that I could learn more to play it to make me professional in it.) Well when I saw the grand piano oh I really want to play it but at that time it's quite impossible since I have to do many things as I'm a PR for the press conference. 

Since I do love Raef's song, I started to search the chord of his song while still expecting to play the grand piano later. And....! It was came true! The Press Conference had done, The piano looks sad alone in the quite huge room..I know he asked me to come to him and have a chitchat together. Well I sat in front of the piano.. "Hey.. do you mind if I play you?" "Sure, I'm waiting for you since the first time we met!" "Really? Oh me too!!" 

Then I played the grand piano with all of my heart. I miss it since many years. It's like I found my missing part of my heart. Oh I really love to play the grand piano. 

Then, When I was playing it, Raef came and recorded my piano playing! I was so surprised and I stopped my playing. "No no..keep going it's beautiful" he said.

"okay..but..um..would you sing your song and I play the piano?"
"Oh sure.. what song?"
"You're the one?"

Then finally Raef was singing You're the one while I was playing the Piano
I was so happy, it such a very bery cherry nice day for me :)




See You in the next Post!
Loves,
Irna
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadaku dengan Al-quran, dan jadikan Al-quran sebagai cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku..
Ya Allah, ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupakan dari Al-quran. Ajarilah aku apa-apa yang belum aku ketahui dari Al-quran. Anugerahilah aku kemampuan untuk senantiasa membecanya sepanjang malam dan siang. Jadikanlah Al-quran hujah bagiku (yang dapat menyelamatkanku) wahai Tuhan seru sekalian alam..
Ya Allah, benahilah pengetahuan & pengamalan agamaku, yang akan menjadi penjaga urusanku. Benahilah duniaku, tempat aku mencari penghidupan. Baguskanlah kehidupan akhiratku, tempat aku kembali. Jadikanlah hidupku sebagai tempat untuk melaksanakan segala kebajikan dan jadikan matiku sebagai pemutus segala keburukan..
Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku (agar menjadi amal yang terbaik) di akhir usiaku. Hariku yang terbaik adalah hari disaat aku bertemu dengan-Mu (kelak).
Ya Allah aku memohon hidup yang nyaman, mati yang tenang, dan tempat kembali yang tidak memalukan dan menghinakan.
Ya Allah, aku meminta permintaan terbaik, permohonan terbaik, amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan terbaik, kematian terbaik, dan tetapkanlah aku dalam semua kebaikan itu.
Ya Allah, pastikanlah aku memperoleh rahmat-Mu, meraih ampunan-Mu, terbebas dari segala dosa, mendapat manfaat dari segala kebaikan, meraup keuntungan berupa surga, dan terlepas dari siksa neraka..
Ya Allah.. berilah kami rasa takut kepaada-Mu yang akan mnghalangi kami daari berbuat maksiat. Anugerahilah kami ketaatan kepada-Mu yang akan mengantarkan kami memasuki surga-Mu..
Ya Allah.. janganlah Engkau sisakan secuil dosa pun (bagiku) melainkan Engkau ampuni semuanya, wahai Dzat Yang Mmaha Pengasih dari segala yang pengasih..
Ya Tuhan kami..anugerahilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, serta jagalah kami dari siksa api neraka.
Wa Shola'alaiKallah Ya Rasulullah, Shola'ala Rasulillah Muhammad mustafa..

(Do'a Khatam) 
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

"Sebaik-baik wanita adalah yang tidak memandang dan dipandang. Jangan pernah bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar jutaan lelaki, itu bukan kemuliaan, jika kau merasa bangga, itu sama saja menyamakan dirimu dengan pasir di pantai yang boleh di pijak dan dimiliki siapa saja. Muliakanlah dirimu dengan taqwa sebanding dengan mutiara Zabarjad yang hanya mampu dimiliki penghuni syurga." (Sayyidah 'Aisyah r.a)

Kembali luruskan niat dan renungi pesan indah ini.. mau kan jadi wanita shalihah yang hanya ingin dipandang Allah SWT. dan melakukan semuanya ikhlas serta rendah hati karena Allah SWT.? iya..mau banget..
Jilbab bukan trend, bukan untuk bergaya dan agar dipandang..tentu saja bukan, Ia kewajiban yang menjadi tuntunan mengiringi hidup, tak menuntut kesiapan hati, untuk menjaga diri sendiri..baik dalam kehidupan sehari-hari pun juga dari murka Illahi. Ialah HIJAB. Hijab dari segala hal yang menuntun kita pada kemurkaan.

Semoga Allah terus menuntun agar hati kita selalu bertaut hanya karena-Nya, menjadi biasa dihadapan orang lain dan mulia disisi Allah seperti pesan Ali r.a. 

Bersyukur dan merendah dihadapan Allah SWT. Semua milik Allah :)
"Jangan pernah bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar jutaan lelaki, itu bukan kemuliaan, BUKAN KEMULIAAN."

"Muliakanlah dirimu dengan taqwa.." 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Bismillah. Holiday just arrived really in the very right time, -when great movies coming!- Ya, one of them is Habibie & Ainun which I watched yesterday with my brother, my sister and Chaca-kimi also. I can say I love the movie. More and more because Reza Rahardian was really did a great act as Habibie.
...
"Aku tidak bisa berjanji.. aku tidak bisa berjanji untuk bisa menjadi istri yang baik. Tetapi aku berjanji.. aku akan membantumu untuk memenuhi janjimu, menjadi suami terbaik.."(ainun)
Well, well, why I write the sentence? It's still far from me. I even just finished my 7th semester's Final Projects. I still have 3 more semesters, and some of the other stuff. (talk to myself sensitively) x_x he he it's ok. I am not way too young to talk about it right? :) (answer my self calmly) <--weird -.-="-.-" .="." p="p">


That's the sentence that I remember and stole my heart the most. However..someday, (Insya Allah), I also will become a wife. A 'profession', that really matter for my life..here, in this world, and there, akhirat. Something that I will run and bet half of my dien(religion). 
Kehidupan pernikahan itu, bagaimana aku mengabdi, kepada siapa aku mengabdi..mempertaruhkan separuh dienku.
Because a marriage is the way to perfected the dien.
"Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah, pada separuh lainnya." (Muhammad Rasulullah saw.)
 A husband's role really important. It might be will be the most important thing in my life then, because he is the way..the bridge..partner..to perfected my dien.
"Karena sahabat sejati (pasangan) cakupannya bukan hanya di dunia saja. Namun juga akhirat"(Abu)
 You believe that Allah will give us the best? I do. as always. I do believe that the special one,my partner,my sahabat sejati, is really the best. And he will be the best husband. Aamiin.
...
"...dan aku berjanji...akan membantumu untuk memenuhi janjimu, untuk menjadi suami terbaik."
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Bismillah...
Mmm..I want to share you this story, I hope you read it until the end because this is a very much much good story..x) trust me, you'll feel motivated to be better after this, InsyaAllah :)

Dia Mencium Wangi Surga

Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, " Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya... diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah."
Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,"Wah .... angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud."
Seorang Doktor bercerita kepadaku, " Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal - semoga Allah merahmatinya -. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal ... tenanglah ... sesungguhnya aku mencium wangi surga.!' Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium wangi surga.'
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah' Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta'ala.
Allahu Akbar ... apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari...Semua kalimat tidak mampu terucap ... dan pena telah kering di tangan... Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta'ala, " Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat." (Ibrahim : 27)
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.
Ia melanjutkan kisahnya,
"Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya' di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama.
1. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wasallam bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat". Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
2. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku.
3. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanalllah ... Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta'ala menganugrahkan kita khusnul khatimah.
Saudara-saudara tercinta ... kisah belum selesai...
Saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabnya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya?
Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insyaAllah) yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-ngidamkann ya; meninggal dengan mencium wangi surga.
Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama'ah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU."
Aku katakan, "Maha benar Allah" yang berfirman (yang artinya)
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.' Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fhushilat:30- 32)


@Serial Kisah Teladan Karya Muhammad bin Shalih Al-Qahthani, sebagaimana yang dinukil dari Qishash wa ‘Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
:)
Bismillah..

"Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tiada pula kamu bersedih hati.

(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.

Masuklah kamu ke dalam Surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.
Kepada mereka diedarkan piring-piring da ngelas-gelas dari emas, dan di dalam Surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal didalamnya.

Dan itulah Surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan.

Di dalam Surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.

Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahannam.
Tidak diinginkan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.

Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi mereka sendiri"
(Q.S. Az-Zukhruf: 68-76)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Apakah ada dua orang manusia yang di dunia saling mencintai, di akhirat justru saling memusuhi ?

Saat ini rasanya aku sedikit mengerti, perlahan, bagaimana mencintai karena Allah.. seperti apa sesungguhnya.. semoga aku semakin paham..

Jika cinta keduanya tidak berlandaskan ketaqwaan kepada Allah SWT., maka keduanya bisa saling bermusuhan di akhirat kelak. Apalagi cinta keduanya justru menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat. Tentu kelak mereka akan bertengkar di akhirat. Seseorang yang sangat mencintai kekasihnya sering melakukan apa saja demi kekasihnya, tak peduli apapun juga, terkadang juga tak peduli pada pertimbangan dosa atau tidak dosa.
Jika yang dilakukan adalah dosa, tentu akan menyebabkan keduanya bermusuhan kelak di akhirat. Sebab, mereka akan berseteru di hadapan pengadilan Allah SWT. Inilah yang telah diperingatkan oleh Allah SWT. dalam surat Az-Zukhruf:67

"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa"

Coba baca, perkataan Aisya kepada Fakhri dalam novel ayat-ayat cinta :
"Aku tak ingin kita yang sekarang ini saling menyayangi, kelak di akhirat justru menjadi musuh. Aku ingin kelak di akhirat kita menjadi sepasang kekasih yang dimuliakan Allah... Aku tak ingin kehilangan dirimu di dunia ini..dan aku lebih tak ingin kehilangan dirimu di akhirat nanti.."

"Aku tak ingin kehilangan dirimu di dunia ini..dan aku lebih tak ingin kehilangan dirimu di akhirat nanti.."
Subhanallah.. Saling Mencintai Karena Allah yang nyata.. :.)

"Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tiada pula kamu bersedih hati.
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
Masuklah kamu ke dalam Surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.
Kepada mereka diedarkan piring-piring da ngelas-gelas dari emas, dan di dalam Surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal didalamnya.
Dan itulah Surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan.
Di dalam Surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.
Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahannam.
Tidak diinginkan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi mereka sendiri"
(Q.S. Az-Zukhruf: 68-76)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
All praise is to Allah..
Semoga kita selalu dibimbingNya dan dapat mencintai siapapun orang-orang terkasih karena-Nya :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

HELLO!

HELLO!
24 y/o wife, graphic designer, and bachelor of communication design, who live within dreams of positive changes.

SAY HI ON

SAY HI ON

SOCIAL MEDIA

  • FACEBOOK
  • INSTAGRAM
  • TWITTER
  • ZAID
  • YOUTUBE
  • ZELINA

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  July (1)
      • Maryam and the story of her birth process
  • ►  2017 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2013 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  September (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  December (2)
    • ►  October (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (10)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)

recent posts

Popular Posts

  • Another Phase of Life
    In the name of Allah, the Most Gracious Most Merciful Hello & Assalamualaikum everyone, How are yoouu? Been so long! I'm so happ...
  • Bus Station #1 : BAIK!
    Bismillah. :) So grateful that I can post this time. :) Hope life being nice to you lately,my pray as usual. :) Di tengah research pr...
  • My Calligraphy Was Sold at the Price of...
    Salaam. As I promised, I'm gonna tell you about my Calligraphy competition. HERE WE GO!! but first, I'm so sad that today is my al...
  • Between Love & Work & Effort
      Happy Ramadhan! You know, It's been several weeks I was keeping my self on writing this topic. Kinds of work in my internship pr...
  • The Amazing Qur'an Journal Book
    In the name of Allah Most Gracious, Most Merciful Salam. How are You? Thank you for coming again..so you really want to know what's ...

Page Views

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates