Pages

  • Home
  • About
  • Contact
Purnamairna. Powered by Blogger.
Irna R. Purnama
Focus our heart on… guess who? He he

Assalamualaikum, how are you? May Allah always light your life and give His blessings upon you :)

Sudah lama sekali ngga menulis di blog. Beralih cukup rutin menulis press release kebutuhan kantor di tujuh bulan terakhir ini. It’s different, (enjoy both btw) but ya, writing in our blog is so much fun. Cause we can write everything we want and the way we write; we can be ourself  J Yes, it is nice if we can be our self, being honest to our self, we don’t take any hard feeling about what will people "see". As long as we are trying to be good to ourself.  This is what I want to write here in this post. About ourself, and people’s perspective, what should we focus on?

Setiap manusia tidak mau dipandang buruk oleh manusia lainnya. Ada juga yang tidak peduli sama sekali dengan itu. Kita yang mana? Kita seharusnya menjadi manusia yang memandang buruk dirinya sendiri. Agar senantiasa tawadhu (rendah hati), meminta pertolongan Allah swt, dan menghargai orang lain bagaimanapun perangainya. Itu yang guru saya katakan.

Kita sendiri mungkin akan sedih jika dijudge “buruk”, sedangkan mereka tidak tau bagaimana “jungkir balik” nya kita dalam berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Jika itu terjadi, pertama, kita diingatkan agar introspeksi. Kedua, kita diingatkan juga agar berusaha dengan ikhlas, tidak pedulikan pandangan manusia. Kesedihan itu hanya akan melintas secepat kilat kepada seseorang yang memfokuskan dirinya hanya pada Allah, bukan pandangan manusia. Bahkan boleh jadi tidak mampir perasaan sedih itu sama sekali. Karena diatas itu semua, “Allah knows whats in our heart.”

Yang di khawatirkan, ketika kitalah menjadi orang yang menjudge bahwa diri kita yang lebih baik dari seseorang… Sedang kita tidak tau bagaimana jungkir baliknya orang itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kita yang berhijab merasa lebih baik dibanding saudari kita yang belum berhijab misalnya. Lalu kita merasa oh we are closer to Allah than them, Allah love us more. Apakah kita termasuk orang yang seperti itu?

Kaka perempuan saya, yang dulu belum berhijab mengalami “pergulatan” dalam prosesnya. Kerap saya menemukan beliau, she was always crying in front of her Creator, demi Allah, seeking Allah’s help to make herself wearing hijab. Saya melihat kakak perempuan saya begitu serius meminta pertolongan Allah SWT untuk memberikan hidayah kepada dirinya. Saya melihat tangisannya, bagaimana beliau bercerita kepada saya mengenai keinginannya. Saya sendiri hanya tau bahwa ini perintah Allah dan dengan mudah mencoba melaksanakannya dan mencoba istiqamah. Tidak ada galau, tidak pernah ketika itu saya menangis meminta pertolongan Allah SWT. Dari situ saya sadar bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda.

Ketika meminta 2 orang anak (A dan B) untuk berbicara bahasa Inggris, lalu anak A sejak lahir tinggal di Inggris, dan anak B justru masih sangat asing mendengar bahasa itu. Apakah adil jika kita menilai bahwa A jauh lebih pintar dari B? Padahal sebelum test si B mati-matian belajar agar bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar.

Setiap Ilmu yang baru diterima, Bisa jadi mudah untuk seseorang, tetapi tidak untuk orang lainnya. Pemahaman setiap orang berbeda, latar belakang setiap orang berbeda, keadaan emosi setiap orang berbeda, Ilmu setiap orang berbeda.

Lalu apakah pantas kita merasa lebih baik dari seseorang, padahal kita tidak tahu menahu apa yang ada didalam hati mereka? Bagaimana jika ternyata malah Allah lebih mencintai mereka? Tidakkah kita malu dengan itu?

Allah SWT, yang tahu setiap hati manusia mengingatkan kita dalam Al-Quran:
“Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah satu kaum memandang rendah kaum yang lain, Karena boleh jadi mereka (yang dipandang lebih rendah) lebih baik dari mereka (yang memandang rendah), dan jangan pula perempuan-perempuan memandang rendah/mengolok-ngolok perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang dipandang rendah) lebih baik dari yang (memandang rendah)” (Qs. 49:11)

Bahwasannya Allah SWT perintahkan kita untuk berendah hati (tawadhu) dan menghargai. Pun ketika kita menyampaikan / menasihati / atau "berdakwah", ketika dilakukan dengan cinta dan ketawadhuan rasanya akan sangat berbeda. Indah dan menyenangkan di hati yang menerima. Begitu Islam mengajarkan, ya?

Tetapi kita juga tidak perlu sedih akan pandangan orang lain, Karena bahkan seharusnya kita memandang diri sendiri dengan penuh kerendahan hati. Seperti pesan Ali r.a:

“Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain, Jadilah manusia PALING BURUK dalam pandangan diri sendiri, dan Mulia disisi Allah swt.”

Diri ini yang perlu pertolongan Allah SWT, kita tidak tahu apa yang ada dalam hati orang lain, kita tidak tau, kita tidak tau. Dan itu tidaklah penting, yang penting hati kita dengan Allah. Dan hatimu dalam menjaga baik saudaramu. Boleh jadi kita yang paling buruk di hadapan Allah SWT, naudzubillah.

Sedih rasanya kalau sudah ingat ini :') Semoga kita termasuk orang-orang yang berusaha menjadi lebih baik dan senantiasa tawadhu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita selalu ya.. Aamiin
Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada mereka: “Saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`!” Mereka berkata: “Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id?” Beliau menjawab: “Yaitu setiap kali ia keluar rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.”
[Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428 H, hal. 392.]
This is what we called as "love" we don't judge, we LOVE! 
See youuu!

Love,
Irna

Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
February 2015

In the name of Allah Most Gracious, Most Merciful
Assalamualaikum everyone! It was since November I have not share anthing  yet. But don’t you know? From November until now, February, I had been through many things that i do not know what to say Oh Ya Allah it is just like.. all the feelings cames at one time. I was facing the situation that could change my life. Got the deal again with the word “ikhlas” , “surrender” (and I know that learning and understanding those things will be never end until we go back to Allah SWT.) and I really realize that myself have no power, you know, laa haula walaa quwwata illa billah. It’s really true that there is no power or any ability except from Allah SWT.  We are human. Allah created us. Without His help I may be in lost.
Learning process is always happens everytime. Through what we feel, what we see, through what happens around us. Through mistakes, missunderstanding, bad things, and nice things. And all the things that happens are the gift. Yes, it is a gift. Alhamdulillah.
I have posted about my “another phase of life”. Now I have more complete story to share. I do not know, I feel that I found many lessons and I want to share them to you.

First, about Choice.
“do I really have a choice?”

It was in the begining at the new department in my office I feel some pain (I’m so sorry for saying this) but I could not share here the reason why.  But in my last post I said:
 There will always be pain and pleasure.
And there will always be fear, that you can change into power.”
When I feel those feelings, I was asking Allah to make my feeling better.
Then, somebody called me. She is a General Manager of a company, approached me for a job that interest me pretty much. Sure, I’m excited. Then I met her (somebody who called me). She want me to join her team. Considering my condition lately, of course I’d love to say "yes!". And I thought “Oh Allah, did YOU answer my prays right now?” I found some dots of Brightness. 

In the other hand,
My manager (in my office at that time) told me that I have to prepare my self because I will get promotion to be a team leader. So I feel like I have a choice between..become a team leader or move on. I thought about it for a long time, I talked to someone who I consider as my mentor, Pak Rizki. He said hold on. Think about it. “I don’t want you to leave this company, let’s face the challenge together.” That is the conclusion of our meeting that time.

I also talked to my friend. I guess he could gimme another perpective and yes he can. He said, “you have three choices;
1. you leave,
2. Stay and you just need to be patience,
3. Stay, and change the condition! And I suggest you to choose number three.”
He said that everywhere we are, we might be face something we don't like. So it’s not about the environment or places; it is not about “where we are” but “WHO WE ARE?” how we face it. I remember what he said “karena sesuatu yang kurang enak, tantangan, keadaan yang susah, itulah yang akan membentuk kita.” He is right tho.

“do I really have a choice between stay and leave?”
I said to my friend “I think I dont need to choose, let Allah show me the way.” I was so sure that I don’t need to decide anything but let Allah show me what should I do next. Even in my deepest heart I know what I want: I really want to leave.

But it was right. Someone who approached me called me again, and she said “Dear Irna, I am so sorry that I could not aprroach you because of “something” (I couldn’t say here) and I can approach you again in one or two years after you resign from your current company.
I was so sad and hopeless. I can be approached after one or two years after my resignation? :’( Yes, this is the answer. I was right that I don’t need to choose between stay and leave. Allah show me the the way.

Oh Ya Allah YOU know this is not what I want. But I have to face this. I have to trust YOU that this is the best from YOU. It’s okay to be sad, it’s okay… I just have to wait for another “surprise”

After that, the condition was getting better. There were many things that make me happy in there such as I have Ka Tiara who are really nice, we can laugh together all day long. I have A Oda too, he is very kind and also smart, and some another friends in the office. I’m also happy with this department’s new morning spirit habit. We started to recite Qur’an together every morning. I can go home with my friend too (since it’s quite far between home and office). But one thing left behind in my mind:

I don’t believe in choice anymore. I don’t think that I need to pray for what I want anymore. It was only “Ya Allah, You know what’s the best for me and I don’t know at all. I don’t wanna ask you what I want because I don’t know if it’s good or not for me. And I’m afraid I will be sad if I pray for what I want but then it’s not good for me. So Ya Allah just give me a beautiful heart which can be grateful for whatever you gave me. And make me happy because I'm feel so close to You."

Then, the condition was getting worse again. But again, I could not talk to anyone about this. Nobody even my friends at office understand exactly the reason why and I could not tell them at all.

I feel something “blue”, I have no clue. Condition and situation started from 9am in the morning untill 7pm was full of sadness in the deepest of heart , I feel uncomfortable. I could not describe what happened. But the good things is.. every dhuha, dzuhur and ashar I can really feel selfless in my shalat and pray. I tell Allah what I feel and with full of resignation and I ask HIM to give me a brighter way. I was always crying in front my creator and it was felt so wonderful. It was happened everyday..There is always a bright side even in the darkness. I also felt grateful and I was realized that without that condition may be I wont feel that wonderful selfless with full hope resignation in my shalat and prays

It was about a month in that ‘worst’ condition, while I was seeking another path for my carrier at that time, somebody called me.

“Assalamualaikum Irna,”
“Waalaikumsalam..Ms..”
“Apa kabar.. gimana disana? Kamu masih mau ngga sama tawaran saya?”

I am sure you all do understand how does it feel :’) I don’t want to say loud it here just lemme keep it only between me and Allah. All praises to HIM. 

So Allah has already answer my pray after those sadness feelings. In the end I am grateful for all the things happened. Without feel the sadness, we might be never know what happiness is.

"Fa innama al usri yusra..innama al usri yusra"
we know that Allah knows what’s the best for us while we don’t know. I am waiting for your thought in comment okay? And thank you for reading this very long post :’) See you in the next post insha Allah.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Salam Everyone :) Been so long! hope live being nice to you as they are to me. More than nice by the way, it's unexpected! Many stories haven't shared and... lil'bit confuse where to start :''3 hihi

Jumat pagi ini selepas shubuh tiba di beberapa ayat Qur'an Surat Al-Hud. Ayatnya reminder banget and I want to share yo what I have red so hopefully we can remember it together 

It's on verses 15 & 16
"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia & perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka tidak akan dirugikan."

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang mereka kerjakan."

Ketika Irna baca itu yang Irna fikirkan adalah Allah akan memerikan kita apapun yang kita usahakan di dunia, apa yang kita cari susah payah di dunia. We work for money, for a proud life, or richness, we will get it as we do for it, see: "pasti Kami berikan balasan penuh atas pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."

But after that, the next verse is "Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka." dan sia-sia disana apa yang telah mereka usahakan. So we search for dunya; we get it but we don't get akhirat. Sedangkan kehidupan kita yang kekalnya ada di akhirat since in dunya will be very short.Irna jadi ingat kata-kata dari Aa Gym; "Bila kita mengejar dunia, akhirat pasti akan meninggalkannya. Tapi bila mengejar akhirat (akhirat tujuannya), maka dunia akan mengikutinya!"

So what I have got, the point is.. everything we do, we work for live in dunya, it's supposed to be for akhirat. Untuk beramal as Qur'an thought. Everytime I start to work must be as my pray to Allah. "Kerjaku sebagai ibadah untukMu, karena perintahMu kepadaku untuk mencari karuniaMu, karena aku ingin banyak berbuat kebaikan untk akhiratku, banyak beramal dan beribadah seperti perintahMu kepadaku.. so I start by Your name, Ikhlas, and I will always remember You My Rabb even I have many works to do, I will put shalat at number one as a prove that I do all the things for YOU." So we can get dunya without loose akhirat inshaaAllah. Mungkin itu sebabnya kenapa bahasan "niyat" selalu menjadi dasar dan yang paling utama. Inna a'malu binniyat.. sesungguhnya setiap amal perbuatan bergantung pada niyatnya. Ketika niat kita untuk Allah yag tertinggi, we will get everything. Seperti ayat tadi juga, Allah memberi sesuai apa yang kita kerjakan, kita tidak akan rugi di dunia. Dan alangkah beruntungnya jika apa yang kita usahakan di dunia, yang kerjakan di dunia kita luruskan lagi niatnya untuk Allah, lillahita'ala, untuk beribadah, inshaAllah Allah berikan balasan terbaik, siap merajut kesuksesan hakiki yang tidak hanya kita rasakan di dunia saja tapi di kehidupan kita nanti yang sesungguhnya. aamiin.. ihdinashshiraatal mustaqim..Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, Ya Allah.

And then after that I red Al-Kahfi and also arrived in an verse which is really connected,
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk menguji mereka, siapakah yang terbaik amal perbuatannya."
 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hallo assalamu'alaikum there! thank you for coming and good evening, I have a BIG thing to share, may be some people know already what's that about.. yes, it's about my THESIS, my THESIS DEFENSE and I GRADUATEEEE! Can't believe that I'm not a student anymore huaaaaa! :''') but by the way I am not ready for that topic, today I have something to share well it's sharing time! :)

I have a morning chitchat with my friend. We're talking about tea..

O    : make your teatime like a beautiful break from the hectic world
me  : my world now is  "a break-world" :p
O    : hahaha ur world is just fine, isn't it?
me  : standard :I
O    : If you said standard, I might say my life is standard too
me  : you will feel "my life is wonderful" if..what?

- - - - -

Well, that starting topic. You will feel that your life is wonderful if what?
having a great job or bussines, lots of money, pretty and shalihah wife or admiring husband, nice house, a driver, cute children, many things :)
but as my friend said, "that's not what makes people happy actually because there will always a "want" after a "want" has fulfilled, and the "want" growing bigger and higher and there's no end in it." RIGHT! and my friend continue, "gratitude. Being "orang yang pandai bersyukur" will makes me saying, "my life is wonderful!" it's up to Him giving what He wants. For I know He knows the best for me."
See, Just simply the word "gratitude", will make people say "my life is wonderful". (ps; 'gratitude feeling' is not about saying "alhamdulillah" and that's all. I'm sure it won't make you say that you life is wonderful. But grtitude is more than that. It's about the feeling.)
When you feel grateful,
the real grateful,
however the condition,
even if you have no money,
you are poor,
what will you feel?
you will feel um..like you wanna cry or even you really cry. It's not because you feel that your life is wonderful BUT...
"Oh GOD YOU're so wonderful Maa Syaa ALLAH.. all praises to YOU."
It's not about your life anymore, but your GOD! after you feel that GOD is so much wonderful, then you realize that you have done nothing to your GOD, and it will courage you to pray more and get closer and closer to HIM, and then you feel so close with HIM, THAT IS! 
THAT what WONDERFUL is. (for me, may be we should try to prove it.)

So when I say that my life is standard, I feel like my life being not really close with HIM. May be the right word is not standard but "hampa". Shalat just get shalat, not read Qur'an as much as my heart want/need, or not doing something useful. When I flashback to the part of my life when I'm feel so happy or wonderful, what I remember is when I cried in a shalat and after shalat just because I surrender my self, my whole world to HIM. It's when I felt that I have nobody that I can surrender, even the closest person in my life, when I'm feel so alone and can't ask any help to anyone but Allah. Not when I have lots of money, not when I can buy anything I want, really.. Oh it was wonderful :'
when we crying just because we really surrender a whole thing in life to Allah who created us, we said, Oh Allah I'm so grateful that I belongs YOU, only YOU, YOU created me, so I surrender my WHOLE LIFE to YOU, only to YOU, YOU make me live in this world, so Guided me to become a person that you love in this world, I'm nothing without YOU, make me close to YOU.. innashalati, wa nusuki, wa mahyaya, wamamati, LILLAHirabbil'alamin.. my shalat, my pray, my life, my death, IT'S ALL FOR YOU... LORD of the Universe...

"A Wonderful things can be found even in the darkest of times if we remembers to turn on the light."
the light of what? We all know :)

In every condition, grateful. Feel the gratitude.
Syukur membawa kita pada kebesaran Allah, lalu kita merasa tak ada apa-apanya, karena itu kita meningkatkan kedekatan kita kepadaNya, lalu kita merasakan nikmatnya mendekat padaNya, nikmatnya berpasrah kepadaNya, and it's wonderful.

Have a Wonderful life.
See you.. :)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bismillah.. Alhamdulillah, having several minutes to post here. Bagaimana kabarnya? Hope life being very nice to you as they are to me. :)
Akhir pekan menutup minggu ketiga internship, It's still exciting. Banyak terlibat dalam event-event Di PHE ONWJ makes me feel sooooo..mm..apa ya..hehe. So Happy! and grateful. :)
But this time I'm not gonna talk about that..

Pagi hari tadi sekitar pukul 4, Irna terima sms mengenai berita meninggalnya Ust.Jeffry Al Buchori. Meninggalnya seseorang memang happens every second di dunia ini. Yang berbeda adalah, when we know the name. Semua orang tentunya kaget karena beliau dalam keadaan baik-baik saja sebelumnya. Meninggalnya karena kecelakaan. Tidak ada yang menyangka sebelumnya. Tentu, kan kematian hanya Allah SWT. yang tahu, kapan, dimanapun, sedang apapun. Kalo sudah waktunya Allah panggil, no matter what, tidak akan bisa dicancel meski beberapa detik saja.

Innalillahi Wa inna ilaihi Raajiun.
Kita milik Allah, kita akan kebali pada Allah..

Allah... pelajarannya sering sekali hadir mengenai kematian ini. Iya itu, kapanpun dan dimanapun jika kehendak Allah untuk memanggil kita kembali, kita pasti kembali. Dan kita tak pernah tau apakah kita dipanggil dalam keadaan sedang ta'at, atau sedang down iman nya, apakah sedang dalam keadaan main-main, menunda kebaikan, atau justru sedang kufur.
Maka kematian menurutku menjadi motivasi terbaik bagi kita untuk selalu mengoptimalkan ibadah.
Kalo sedang males, asik main-main seneng-seneng, sedang menikmati keduniaan lainnya, kembali kepada Allah kapanpun menjadi pengingat kita. Seharusnya ampuh..dan semoga selalu diingatkan kesana, sehingga setidaknya ibadahnya ngga jadi menurun dan keburukannya ga jadi dilakukan.

Melihat wafatnya Beliau, sungguh baik.. Banyak orang yang mendoakan, banyak yang menangisi.. Banyak yang mengshalatkan..Ribuan orang..jenazah beliau pun diberangkatkan ke Mesjid Istiqlal dulu.. Subhanallah..

Banyaknya orang yang mengenal kita sehingga pada akhir hidup kita sangat banyak dishalatkan memang bukan syarat daari kematian yang indah, namun itu merupakan salah satu ciri dan sarana kemudahan,dengan doa-doa dan shalat dari ribuan orang..bayangkan..sedang doa sangat bermakna.
Meski begitu yang terpenting bagi kita sebagai hamba Allah adalah, diri kita yang baik dan indah dimata Allah..dimata Allah SWT. Dan Allah tidak akan meng-indahkan seseorang melainkan karena Ibadahnya..

Bagaimana akhirku..

Bagaimana akhir kita?

Semoga kita senantiasa berdoa dan berusaha agar bimbingan Allah tak pernah hilang untuk mengiringi jalan hidup kita. Semoga bukan termasuk orang-orang yang Allah sesatkan, Yang Allah mudahkan untuk meninggalkan ibadah-ibadah yang Allah wajibkan yang akan kita pertanggungjawabkan kelak. Dan senantiasa Allah mudahkan untuk mengikuti apa yang Allah perintahkan..dan Rasulullah anjurkan..

Semoga kita senantiasa ingat..

Sekarang belum berjilbab..belum siap.. kalau meninggal dalam keadaan belum ta'at untuk menuruti Allah untuk berjilbab bagaimana? Meski belum merasa siap, atau pantas, kan..Allah tak memerintahkan untuk berjilbab hanya kepada wanita yang sudah siap atau sudah pantas. Allah perintahkan kita memakainya, ketika kita sudah baligh. bukan sudah siap atau sudah pantas.. Semoga Allah mudahkan bagi yang belum..dan senantiasa ingat, itu akan dipertanggung jawabkan, dan ingat bahwa dipanggilnya bisa kapan saja..

Masih pacaran.. kan sudah mau nikah.. 1 tahun lagi, atau 2 tahun lagi..Sekarang ingat lagi bahwa kematian bisa kapan saja..Bagaimana kalo meninggal dalam keadaan masih berpacaran..? belum nikah? memangnya kenapa sih pacaran, kan ga ngapa-ngapain..ga pegang-pegangan juga.. mari dijawab sama-sama saja dalam hati.. Bahkan tak tentu kita berjodoh dengan pacar kita sekarang.. Allah ampuni kami..
Semoga diberi kemudahan..Ketika kita meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan beri kita jutaan kebaikan lagi. Tentu ingin indah dijalan Allah..

Bagaimana kalau masih bolong-bolong shalatnya..
Bagaimana kalau masih suka ngomongin orang..
Bagaimana kalau begini dan begitu..

Bagaimana kalau hal-ha diatas masih terjadi lalu Allah panggil.. belum siap ya? Belum siap berhijab..belum siap pisah sama pacar..tapi belum siap dipanggil Allah juga.. mau mempersiapkan yang mana.. Semoga mulai sekarang Irna(kita) persiapkan lebih baik lagi.. Diberi kemudahan untuk meninggalkan hal-hal yang membuat diri kita sendiri rugi. Dan diberi kemudahan untuk senantiasa ta'at, mencintai Allah. Sehingga kita juga mudah mendapatkan kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
Bukankah tak ada lagi yang lebih kita harapkan selain mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat dari Allah SWT?

Semoga kita bisa ya.
Satu kalimat dari twit ust. Jeffry
"Diri ini selalu ingin kelihatan baik dimata manusia lain..
Padahal begitu jelas keburukannya dimata-Mu.. Ampuni aku.. ampuni aku.."

:'(

Allah.. dipagi ini.. atas fitrah Islam.. Atas agamaMu..
Selamatkanlah hatiku..
Selamatkanlah hariku..
Selamatkan Akhirku..

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sabar itu terkadang memang menyakitkan, membuat beban hati, air mata yang keluar terus menerus..
Tetapi Bukankah karena sifat sabar orang-orang dijadikan sebagai kekasih-Nya? Sabar bukan berarti berharap segala kebaikan dibalas oleh makhlukNya. Sabar bukan berarti menunjukkan kelemahan diri.. Tetapi sabarlah pintu dimulainya segala kebaikan. 

"Wahai orang-orang yang beriman! bersabarlah kamu dan kuatkan kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga )di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."
Qs. 3:200  

Kabarkan berita gembira bagi yang bersabar, yang ketika diberi musibah Ia ucapkan "Kami milik Allah, kan kembali pada Allah.." Ia kan mendapatkan tempat dan kedudukan yang mulia disisi Allah.. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

HELLO!

HELLO!
24 y/o wife, graphic designer, and bachelor of communication design, who live within dreams of positive changes.

SAY HI ON

SAY HI ON

SOCIAL MEDIA

  • FACEBOOK
  • INSTAGRAM
  • TWITTER
  • ZAID
  • YOUTUBE
  • ZELINA

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  July (1)
      • Maryam and the story of her birth process
  • ►  2017 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2013 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  September (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  December (2)
    • ►  October (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (12)
    • ►  December (10)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)

recent posts

Popular Posts

  • Another Phase of Life
    In the name of Allah, the Most Gracious Most Merciful Hello & Assalamualaikum everyone, How are yoouu? Been so long! I'm so happ...
  • Bus Station #1 : BAIK!
    Bismillah. :) So grateful that I can post this time. :) Hope life being nice to you lately,my pray as usual. :) Di tengah research pr...
  • My Calligraphy Was Sold at the Price of...
    Salaam. As I promised, I'm gonna tell you about my Calligraphy competition. HERE WE GO!! but first, I'm so sad that today is my al...
  • Between Love & Work & Effort
      Happy Ramadhan! You know, It's been several weeks I was keeping my self on writing this topic. Kinds of work in my internship pr...
  • The Amazing Qur'an Journal Book
    In the name of Allah Most Gracious, Most Merciful Salam. How are You? Thank you for coming again..so you really want to know what's ...

Page Views

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates